Sri Mulyani: Investor Bukan Cuma yang Punya Duit Miliaran, Rp500 Ribu Juga Penting
Jum'at, 12 Agustus 2022 - 17:43 WIB
loading...
Menkeu Sri Mulyani terus memperkenalkan instrumen-instrumen keuangan yang bisa terjangkau semua investor. Ia menyebutkan investor bukan hanya yang duitnya miliaran aja ya. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam mengelola fiskal saat ini terus memperkenalkan instrumen-instrumen keuangan dalam hal ini yang mampu untuk kemudian dilihat oleh para investor di Indonesia, terutama investor retail .
Ini memunculkan, yang pertama pengenalan terhadap instrumen baru diluar deposito atau tabungan, seperti Surat Berharga Negara (SBN), termasuk surat berharga syariah negara atau sukuk dan juga jangka waktunya dibuat lebih panjang.
Baca Juga: Sri Mulyani: Maaf Bapak-bapak Saya Tidak Sebut, Tapi Milenial dan Ibu-ibu yang Hebat
Sejak tahun 2018 contohnya, pemerintah konsisten menerbitkan instrumen sukuk hijau yang juga diisukan secara global. Penerbitan sukuk hijau global atau green sukuk secara global mencapai USD5 miliar. Tapi, ini lebih dari sisi investor internasional atau global.
"Kita memang kemudian bisa menjadi salah satu negara emerging yang mampu memposisikan dan memanfaatkan kesempatan dengan terus meningkatnya awareness maupun kebutuhan untuk mencari instrumen yang sifatnya care terhadap lingkungan atau green investment," ujar Sri Mulyani dalam webinar LIKE IT: Sustain Habit in Investing, Invest in Sustainable Instruments di Jakarta, Jumat(12/8/2022).
"Oleh karena itu, Indonesia mendapatkan recognition sebagai negara yang mampu memiliki transaksi sukuk USD global terbesar dan juga sukuk green USD yang terbesar. Tenor dari sukuk ini adalah 10 tahun, namun kita juga tidak seharusnya hanya berfokus pada investor global, pemerintah juga memulai menerbitkan sukuk hijau yang retail domestik, terutama bagi para investor individual di Indonesia," paparnya
Ini memunculkan, yang pertama pengenalan terhadap instrumen baru diluar deposito atau tabungan, seperti Surat Berharga Negara (SBN), termasuk surat berharga syariah negara atau sukuk dan juga jangka waktunya dibuat lebih panjang.
Baca Juga: Sri Mulyani: Maaf Bapak-bapak Saya Tidak Sebut, Tapi Milenial dan Ibu-ibu yang Hebat
Sejak tahun 2018 contohnya, pemerintah konsisten menerbitkan instrumen sukuk hijau yang juga diisukan secara global. Penerbitan sukuk hijau global atau green sukuk secara global mencapai USD5 miliar. Tapi, ini lebih dari sisi investor internasional atau global.
"Kita memang kemudian bisa menjadi salah satu negara emerging yang mampu memposisikan dan memanfaatkan kesempatan dengan terus meningkatnya awareness maupun kebutuhan untuk mencari instrumen yang sifatnya care terhadap lingkungan atau green investment," ujar Sri Mulyani dalam webinar LIKE IT: Sustain Habit in Investing, Invest in Sustainable Instruments di Jakarta, Jumat(12/8/2022).
"Oleh karena itu, Indonesia mendapatkan recognition sebagai negara yang mampu memiliki transaksi sukuk USD global terbesar dan juga sukuk green USD yang terbesar. Tenor dari sukuk ini adalah 10 tahun, namun kita juga tidak seharusnya hanya berfokus pada investor global, pemerintah juga memulai menerbitkan sukuk hijau yang retail domestik, terutama bagi para investor individual di Indonesia," paparnya
Lihat Juga :