Bina UKM, Pupuk Indonesia Raih SME Enablers Award 2022
Senin, 15 Agustus 2022 - 08:50 WIB
loading...
A
A
A
Penghargaan ini sendiri diberikan berdasarkan lima kriteria penilaian. Pertama, keunikan program pembinaan (program creativity). Kedua, kesesuaian program UKM dengan bisnis yang digeluti oleh pembina UKM (business model alignment). Ketiga, jangkauan program yang terukur dari jumlah dan sebaran UKM binaan (implementation reach). Keempat, dampak positif secara sosial ekonomi dari program pada UKM binaan (societal impact). Dan kelima, keberlanjutan dan konsistensi program dalam jangka panjang (implementation sustainability).
Oleh karena itu, Yana menyebutkan bahwa penghargaan ini merupakan suatu bentuk pengakuan publik atas kinerja program tanggung jawab sosial (TJSL) Pupuk Indonesia. Perusahaan dianggap memenuhi bahkan melebihi standar kriteria di atas. Sekaligus membuktikan komitmen kuat perusahaan untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Pemberdayaan UKM sendiri merupakan komitmen pemerintah Indonesia saat ini. UKM dianggap memiliki peranan penting pada produk domestik broto (PDB) dengan kontribusinya yang mencapai 61%. Sektor UKM juga mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 97% dari total penyerapan tenaga kerja nasional.
Selain itu, digitalisasi juga sudah merambah ruang lingkup pemberdayaan UKM. Menurut data Google, Temasek, dan Bain & Company, nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai USD146 miliar atau Rp2.100 triliun pada tahun 2025. Nilai ini menjadi peluang besar bagi UKM untuk memasuki dunia digital. Apalagi pemerintah sudah mengembangkan cetak biru ekonomi dan keuangan digital dan 62,9 juta UKM bisa dilibatkan dalam digitalisasi ini.
Oleh karena itu, dibutuhkan suatu penengah atau fasilitator (enabler) yang membuat UKM berkesempatan untuk meningatkan kecakapan dan kapasitasnya. Saat ini telah banyak muncul enabler pemberdayaan UKM dari berbagai perusahaan, mulai dari swasta hingga BUMN, termasuk Pupuk Indonesia.
Oleh karena itu, Yana menyebutkan bahwa penghargaan ini merupakan suatu bentuk pengakuan publik atas kinerja program tanggung jawab sosial (TJSL) Pupuk Indonesia. Perusahaan dianggap memenuhi bahkan melebihi standar kriteria di atas. Sekaligus membuktikan komitmen kuat perusahaan untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Pemberdayaan UKM sendiri merupakan komitmen pemerintah Indonesia saat ini. UKM dianggap memiliki peranan penting pada produk domestik broto (PDB) dengan kontribusinya yang mencapai 61%. Sektor UKM juga mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 97% dari total penyerapan tenaga kerja nasional.
Selain itu, digitalisasi juga sudah merambah ruang lingkup pemberdayaan UKM. Menurut data Google, Temasek, dan Bain & Company, nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai USD146 miliar atau Rp2.100 triliun pada tahun 2025. Nilai ini menjadi peluang besar bagi UKM untuk memasuki dunia digital. Apalagi pemerintah sudah mengembangkan cetak biru ekonomi dan keuangan digital dan 62,9 juta UKM bisa dilibatkan dalam digitalisasi ini.
Oleh karena itu, dibutuhkan suatu penengah atau fasilitator (enabler) yang membuat UKM berkesempatan untuk meningatkan kecakapan dan kapasitasnya. Saat ini telah banyak muncul enabler pemberdayaan UKM dari berbagai perusahaan, mulai dari swasta hingga BUMN, termasuk Pupuk Indonesia.
Lihat Juga :