PKT Berhasil Tekan Emisi Lebih dari 435 ribu Ton di Tahun 2022
Senin, 15 Agustus 2022 - 21:39 WIB
loading...
A
A
A
1. Program Operasional
Penerapan new best practice dalam menekan ekses oksigen, pemeliharaan prediktif dan preventif pabrik berdasarkan ISO 55001, Pemantauan Online Penggunaan Energi Signifikan, serta pengadaan berdasarkan Life Cycle Assessment.
2. Program Investasi
Melakukan upgrade pada konverter amoniak, pengadaan peralatan baru: LP Amonia Scrubber, Tingkatkan Pompa ke Berbasis IE3.
3. Turn Around Program
Penggantian katalis yang lebih efisien, pembersihan kimia dan mekanis secara rutin, serta overhaul peralatan rotasi.
Selain ketiga pilar tersebut, PKT juga menerapkan sistem smart production yang merupakan proses digitalisasi dan integrasi data secara online dan menyeluruh. Mulai dari monitoring performa pabrik (produksi, konsumsi energi, inventori dan operasional pabrik), kualitas dan stok produk, evaluasi kesehatan dan pemeliharaan aset, kinerja lingkungan, serta dilengkapi dengan sistem alarm. Masing-masing lini ini dilengkapi dengan platform teknologi informasi yang dirancang khusus, yang terhubung dengan manajemen PKT untuk memudahkan pengambilan keputusan.
Implementasi dari kedua program tersebut membuahkan hasil yang cukup positif. Data internal perusahaan mencatat, bahwa total pengurangan emisi yang terjadi pada 2022 sudah mencapai 436.711 ton atau setara dengan emisi yang dikeluarkan oleh 94.937 mobil. Sementara itu dari segi efisiensi energi, selama 2022 PKT telah berhasil mencapai 5,01% penghematan energi dan berhasil menyimpan energi hingga setara 141.000 MMBtu/tahun.
Hanggara menambahkan, dalam langkah perusahaan bertransformasi menuju industri hijau, selain upaya efisiensi energi, PKT juga memiliki target untuk mengurangi emisi gas karbon hingga 32,51% pada 2030, dan mencapai net zero emission di 2060. Hal ini termasuk beberapa inovasi hijau yang telah dikembangkan, seperti pengolahan limbah plastik PET (polyethylene terephthalate) yang dibuat menjadi bahan Green Asphalt, juga penerapan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) untuk memenuhi kebutuhan energi kantor pusat PKT.
Penerapan new best practice dalam menekan ekses oksigen, pemeliharaan prediktif dan preventif pabrik berdasarkan ISO 55001, Pemantauan Online Penggunaan Energi Signifikan, serta pengadaan berdasarkan Life Cycle Assessment.
2. Program Investasi
Melakukan upgrade pada konverter amoniak, pengadaan peralatan baru: LP Amonia Scrubber, Tingkatkan Pompa ke Berbasis IE3.
3. Turn Around Program
Penggantian katalis yang lebih efisien, pembersihan kimia dan mekanis secara rutin, serta overhaul peralatan rotasi.
Selain ketiga pilar tersebut, PKT juga menerapkan sistem smart production yang merupakan proses digitalisasi dan integrasi data secara online dan menyeluruh. Mulai dari monitoring performa pabrik (produksi, konsumsi energi, inventori dan operasional pabrik), kualitas dan stok produk, evaluasi kesehatan dan pemeliharaan aset, kinerja lingkungan, serta dilengkapi dengan sistem alarm. Masing-masing lini ini dilengkapi dengan platform teknologi informasi yang dirancang khusus, yang terhubung dengan manajemen PKT untuk memudahkan pengambilan keputusan.
Implementasi dari kedua program tersebut membuahkan hasil yang cukup positif. Data internal perusahaan mencatat, bahwa total pengurangan emisi yang terjadi pada 2022 sudah mencapai 436.711 ton atau setara dengan emisi yang dikeluarkan oleh 94.937 mobil. Sementara itu dari segi efisiensi energi, selama 2022 PKT telah berhasil mencapai 5,01% penghematan energi dan berhasil menyimpan energi hingga setara 141.000 MMBtu/tahun.
Hanggara menambahkan, dalam langkah perusahaan bertransformasi menuju industri hijau, selain upaya efisiensi energi, PKT juga memiliki target untuk mengurangi emisi gas karbon hingga 32,51% pada 2030, dan mencapai net zero emission di 2060. Hal ini termasuk beberapa inovasi hijau yang telah dikembangkan, seperti pengolahan limbah plastik PET (polyethylene terephthalate) yang dibuat menjadi bahan Green Asphalt, juga penerapan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) untuk memenuhi kebutuhan energi kantor pusat PKT.
Lihat Juga :