Kejayaan Harga Komoditas Memudar, PNBP 2023 Diproyeksi Turun ke Rp426,3 Triliun
Selasa, 16 Agustus 2022 - 20:20 WIB
loading...
A
A
A
Disisi lain, mantan pejabat Bank Dunia itu menegaskan windfall dari kenaikan harga komoditas tersebut tidak akan terulang pada tahun depan sehingga penerimaan SDA 2023 hanya akan berada di level Rp188,7 triliun.
“Ini tidak akan terulang atau tidak selamanya komoditas mengalami harga selevel itu. Makanya, PNBP SDA tahun depan akan terkoreksi ke Rp188 triliun sedangkan PNBP lainnya seperti dari BLU dan Kementerian/Lembaga (K/L) itu relatif steady,” terang Menkeu.
PNBP tahun depan yang diperkirakan Rp426,3 triliun sendiri meliputi penerimaan SDA Rp188,7 triliun, pendapatan kekayaan negara dipisahkan (PKND) Rp44,1 triliun, PNBP lainnya Rp110,4 triliun dan penerimaan badan layanan umum (BLU) Rp83 triliun.
Baca juga: PNBP Capai Rp281 Triliun di Semester I, Sumber Daya Alam Masih Jadi Andalan
Sri Mulyani menuturkan untuk PKND akan didorong salah satunya oleh dividen BUMN tahun depan yang ditargetkan mencapai Rp44 triliun.
Sementara PNBP K/L akan dijaga melalui peningkatan kualitas layanan dan pengelolaan aset Barang Milik Negara (BMN) dan peningkatan sinergi antar instansi terkait.
“Ini tidak akan terulang atau tidak selamanya komoditas mengalami harga selevel itu. Makanya, PNBP SDA tahun depan akan terkoreksi ke Rp188 triliun sedangkan PNBP lainnya seperti dari BLU dan Kementerian/Lembaga (K/L) itu relatif steady,” terang Menkeu.
PNBP tahun depan yang diperkirakan Rp426,3 triliun sendiri meliputi penerimaan SDA Rp188,7 triliun, pendapatan kekayaan negara dipisahkan (PKND) Rp44,1 triliun, PNBP lainnya Rp110,4 triliun dan penerimaan badan layanan umum (BLU) Rp83 triliun.
Baca juga: PNBP Capai Rp281 Triliun di Semester I, Sumber Daya Alam Masih Jadi Andalan
Sri Mulyani menuturkan untuk PKND akan didorong salah satunya oleh dividen BUMN tahun depan yang ditargetkan mencapai Rp44 triliun.
Sementara PNBP K/L akan dijaga melalui peningkatan kualitas layanan dan pengelolaan aset Barang Milik Negara (BMN) dan peningkatan sinergi antar instansi terkait.
Lihat Juga :