Kalla Startup Hunt Gelar Webinar Spesial Kemerdekaan RI

Kamis, 18 Agustus 2022 - 19:48 WIB
loading...
Kalla Startup Hunt Gelar...
Kalla Startup Hunt menyelenggarakan webinar spesial Kemerdekaan RI. Foto: Istimewa
A A A
MAKASSAR - Kalla Startup Hunt menggelar web seminar (webinar) spesial HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77. Rabu (17/8/2022) malam. Menghadirkan startup lokal & nasional sebagai narasumber.

Achmad Soegiarto, Chief Strategy & Technology Kalla saat membuka kegiatan menjelaskan, Inovasi di Indonesia harus tumbuh untuk menggerakkan perekonomian nasional. Startup harus menjadi penggerak inovasi nasional.

Baca juga:KALLA Raih Best Leadership Development pada Ajang Workplace of the Year 2022

Maka dari itu, Kalla Startup Hunt hadir untuk memberikan kesempatan inovasi interen untuk menjadi bagian dari 7 Mega Ecosystem Kalla Group yang terdiri dari ekosistem edukasi, property & hospitality, transportasi & logistik, otomotif, energi, manufaktur dan infrastuktur.

“Tahun ini merupakan tahun kolaborasi untuk semakin memberikan banyak kemudahan kepada customer. Untuk itu, Kalla bersama Awan Indonesia membuka diri untuk menjalin kerja sama dengan mengajak teman-teman pelaku Startup terus berinovasi,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang narasumber dalam webinar, Dimas Triandhanu Utomo dari Adrem Law Firm membahas pentingnya legalitas startup. Sebab dapat melindungi dari berbagai hal yang berpotensi merugikan entitas atau produknya. Untuk itu, bisnis tersebut harus diakui oleh negara.

“Business lifecycle startup juga dimulai dari pendirian PT Untungnya sekarang pemerintah sangat men-support. Jadi, bikin PT saat ini simpel banget. Selanjutnya ada anggaran dasar, urusan notaris, NPWP, lalu perusahaannya berdiri. Setelah itu, apply NIB yang merupakan identitas company. Kalau tidak ada izin spesifik lainnya, sudah bisa jalankan bisnisnya,” jelas Dimas.

Pada sesi selanjutnya Dhidik Tri Wibowo selaku Senior Vice President dari Kecilin.ID membahas tentang Advance Data Optimization. Kompresi data sangat penting untuk menjaga konektivitas perusahaan tetap efektif dan efisien. Penggunaannya pun sangat bisa diaplikasikan di berbagai macam hal, mulai dari layanan Cloud, Streaming & Internet Accelarator.

"Kalau data di-compress, maka cost untuk bandwdith atau storage di Cloud bisa diefisienkan. Di Kecilin, kita bisa compress berbagai macam file, mulai dari text atau database yang bisa sampai 90%, image bisa sampai 80%, video bisa 75% hingga dokumen bisa 50%," sebut Dhidik.

Baca juga:Seminar Kebangsaan Kalla Institute: Kebijakan Pendidikan Kunci Restorasi Nasionalisme

Pada sesi ketiga, Joshua Budiman selaku Head of Meta Space Solutions dari WIR Group yang membahas terkait Metaverse. Social Behaviour dari manusia berubah mengikuti dari perkembangan zaman dan perkembangan teknologi, Metaverse ini merupakan perwujudan konjungsi antara dunia nyata dan dunia maya, prospek bisnisnya pun sangat menjanjikan.

Indonesia kata dia harus siap dari sisi pengetahuan dan teknologi untuk tetap bisa bertahan atau bahkan menjadi negara yang diperhitungkan secara global.

"Simpelnya ada 5 perubahan yang akan terjadi di Metaverse Indonesia, yaitu kita bakal punya kehidupan baru. Kedua, cara bersosialisasi yang baru. Ketiga, kita punya cara-cara baru untuk menikmati kehidupan, misal dengan visit ke galeri atau museum. Keempat ada real world efficiency yang membuat bisnis lebih mudah. Terakhir adanya ekonomi baru,” ungkap Joshua.

Pada sesi penutup, Abdur Razak selaku Founder Helper Indonesia menjelaskan terkait bisnisnya yang berawal dari nilai sosial, yaitu semua orang berhak mendapatkan pekerjaan, hanya saja kadang antara kesempatan dan tenaga kerjanya tidak saling bertemu.

Melalui Helper Indonesia, kebutuhan akan produk atau layanan dari berbagai macam kalangan bisa dipenuhi oleh mitra bisnis mereka. Bisnis Helper Indonesia ini telah jalan di berbagai kota yang diawali di kota Makassar.

"Di tengah majunya teknologi, masih sangat besar angka pengangguran. Helper Indonesia pun hadir sebagai solusi. Kami menghubungkan masyarakat yang sangat sibuk dan masyarakat yang masih sulit menemukan pekerjaan lewat layanan personal assisstant yang bisa membatu pekerjaan mereka," jelas Razak.

Baca juga:KALLA dan Basarnas Sulsel Sukses Gelar Pelatihan Emergency Respons

Bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan inovasi Startup-nya dapat mengakses www.awanindonesia.com. Khusus informasi terbaru dari Kalla masyarakat dapat berkunjung ke web kalla.co.id, Instagram @KallaGroup, Facebook Fanpage di Kalla Group, Twitter di @KallaGroup_ID, dan Youtube Channel di Kalla Group. Atau dapat menghubungi hotline Kalla Care di nomor Whatsapp 0811 4414 030 dan nomor 0411 300 0103.

Startup Hunt Workshop Series yang dilaksanakan sejak Juni telah diikuti oleh kurang lebih 1.400 partisipan telah membahas berbagai macam topik hangat di ekosistem Edukasi, Property & Hospitality serta Transportasi & Logistik. Telah terdaftar 50 Startup dari seluruh Indonesia yang mengikuti Program Startup Hunt 7 Mega Ecosystem Kalla.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Yayasan Hadji Kalla...
Yayasan Hadji Kalla Bantu Pengembangan Ekonomi Pesantren
KALLA Campus Talks Tantang...
KALLA Campus Talks Tantang Mahasiswa Lebih Cepat Berinovasi
Kalla Hospitality Siap...
Kalla Hospitality Siap Ekspansi di Luar Makassar pada Tahun 2023 dan 2024
Rekomendasi
Harga BYD M6 DM Dirilis:...
Harga BYD M6 DM Dirilis: Mulai Rp298 Juta, Klaim Irit 65 Km/Liter Setara Motor Matic
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved