Luhut: Minggu Depan Presiden Umumkan Kenaikan Harga BBM Subsidi
Jum'at, 19 Agustus 2022 - 16:42 WIB
loading...
Presiden Jokowi kemungkinan akan mengumumkan kenaikan harga BBM subsidi pada pekan depan. Foto/Dok Antara
A
A
A
JAKARTA - Besarnya subsidi energi khususnya untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) dinilai membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sinyal kenaikan harga BBM subsidi pun menguat.
Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemungkinan besar akan mengumumkan kenaikan harga BBM subsidi Pertalite dan solar pada pekan depan.
"Mungkin minggu depan presiden akan mengumumkan mengenai apa dan bagaimana mengenai kenaikan harga ini. Jadi, presiden sudah mengindikasikan tidak mungkin kita pertahankan demikian karena harga BBM kita termurah se-kawasan dan itu beban untuk APBN," kata Luhut dalam kuliah umum di Universitas Hasanudin, Jumat (19/8/2022).
Baca juga: Segini Nih Harga BBM Pertamax dan Pertalite Sebenarnya Tanpa Subsidi
Menteri asal Sumatera Utara itu pun meminta masyarakat bersiap-siap kalau nantinya pemerintah jadi menaikkan harga kedua bahan bakar tersebut. Pasalnya, subsidi BBM yang mencapai Rp502 triliun telah membebani anggaran negara.
"Bagaimanapun tidak bisa kita pertahankan (besarnya subsidi BBM) terus demikian. Itu kita harus siap-siap karena subsidi kita kemarin Rp502 triliun," tukasnya.
Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemungkinan besar akan mengumumkan kenaikan harga BBM subsidi Pertalite dan solar pada pekan depan.
"Mungkin minggu depan presiden akan mengumumkan mengenai apa dan bagaimana mengenai kenaikan harga ini. Jadi, presiden sudah mengindikasikan tidak mungkin kita pertahankan demikian karena harga BBM kita termurah se-kawasan dan itu beban untuk APBN," kata Luhut dalam kuliah umum di Universitas Hasanudin, Jumat (19/8/2022).
Baca juga: Segini Nih Harga BBM Pertamax dan Pertalite Sebenarnya Tanpa Subsidi
Menteri asal Sumatera Utara itu pun meminta masyarakat bersiap-siap kalau nantinya pemerintah jadi menaikkan harga kedua bahan bakar tersebut. Pasalnya, subsidi BBM yang mencapai Rp502 triliun telah membebani anggaran negara.
"Bagaimanapun tidak bisa kita pertahankan (besarnya subsidi BBM) terus demikian. Itu kita harus siap-siap karena subsidi kita kemarin Rp502 triliun," tukasnya.
Lihat Juga :