Bicara Hilirisasi, Jokowi Akan Setop Ekspor Bauksit dan Tembaga

Selasa, 23 Agustus 2022 - 11:40 WIB
loading...
Bicara Hilirisasi, Jokowi...
Jokowi menegaskan kembali pentingnya hilirisasi tambang. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) menyoroti hilirisasi sektor tambang dari para pengusaha yang tergabung di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) karena besarnya permintaan nikel dari luar negeri. Tahun 2020 ekspor nikel Indonesia mencapai USD1,1 miliar atau Rp16,2 triliun, sedangkan tahun 2021 melompat ke USD26 miliar atau Rp384 triliun (kurs Rp14.800).

Baca juga: Jokowi Minta Menkes Segera Siapkan Vaksin Cacar Monyet

Menurut Jokowi, penghentian ekspor nikel dalam bentuk mentah memang harus dilakukan, meski banyak pihak keberatan. Jokowi pun menegaskan bahwa pemerintah siap menghadapi segala risikonya, termasuk gugatan ke WTO.

"Yang kedua hilirisasi, saya tahu banyak yang di Kadin punya tambang-tambang, termasuk ketuanya. Ini sudah tidak bisa direm, saya sampaikan nikel yang dulu rame waktu kita setop tiga tahun lalu, datang ke saya banyak sekali. 'Pak ini kita belum siap', kalo kita nunggu siap kapan? Siap gak siap, setop! Gugat di WTO silakan," ungkap Jokowi saat memberikan pengarahan kepada Kadin Provinsi se-Indonesia, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Selasa (23/08/2022).

Jokowi menekankan semua pihak harus sadar bahwa Indonesia tidak bisa lagi mengekspor bahan mentah yang telah berlangsung puluhan tahun. Ke depannnya, penghentian ekspor bahan mentah tambang lainnya juga bisa dilakukan.

"Nih jangan kaget saya setop bauksit, jangan kaget saya setop tembaga, jangan kaget saya setop timah, jangan kaget kita setop yang biasanya kita ekspor raw material," katanya.

Dengan mengekspor nikel yang sudah dihilirisasi, Indonesia berpeluang mendapat USD35-40 miliar. Pendapatan itu nantinya bisa mengurangi defisit neraca perdagangan bahkan tak menutup kemungkinan menjadi surplus, terutama dengan China.

Neraca dagang Indonesia pada tahun 2012 minus USD7,7 miliar dengan China. Kemudian pada 2021 karena sudah ekspor besi baja, defisit Indonesia berkurang menjadi minus USD2,4 miliar.

Baca juga: Rusia: Inggris Munafik karena Menginvasi Yugoslavia, Irak, Libya...

"Tahun ini kita pastikan dengan RRT, plus surplus," tegasnya.

Jokowi pun mendorong Kadin untuk menggaet investor berinvestasi di sektor tambang. Upaya itu berguna untuk tambahan modal terkait digitalisasi dan juga capital inflow.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tsingshan Dorong Kolaborasi...
Tsingshan Dorong Kolaborasi Hilirisasi Nikel Ramah Lingkungan di Indonesia
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
Kadin Ungkap Nilai Dagang...
Kadin Ungkap Nilai Dagang Indonesia-Prancis Tembus USD1 Miliar di Kuartal I-2026
Prabowo Wajibkan Ekspor...
Prabowo Wajibkan Ekspor Batu Bara hingga Sawit Satu Pintu lewat BUMN, Harga Ditentukan RI
Bahlil Cerita Asal Usul...
Bahlil Cerita Asal Usul Rencana Pungutan Ekspor Nikel, Pengusaha Setengah Hati Bangun Hilirisasi
KADIN Net Zero Hub Perkenalkan...
KADIN Net Zero Hub Perkenalkan Arah Baru Percepat Dekarbonisasi Sektor Bisnis via Kolaborasi
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
Jokowi Buka Suara! Soal...
Jokowi Buka Suara! Soal Kasus Laptop Nadiem: Semua Kebijakan dari Presiden
Rekomendasi
Duit Rp200 Juta hingga...
Duit Rp200 Juta hingga Mobil Disita KPK dalam OTT BPK
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
Perbaikan Aceh Alami...
Perbaikan Aceh Alami Kemajuan Signifikan, Satgas PRR: Warga Mulai Tatap Masa Depan
Berita Terkini
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
AirNav Gandeng AdMedika...
AirNav Gandeng AdMedika Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
Nasabah MNC Bank Apresiasi...
Nasabah MNC Bank Apresiasi Program Tabungan Dahsyat Berhadiah
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved