Gonjang-ganjing Harga BBM Naik, Menteri ESDM: Pakai Motor Listrik Hemat 60%

Sabtu, 27 Agustus 2022 - 08:08 WIB
loading...
Gonjang-ganjing Harga...
Rencana kenaikan harga BBM bersubsidi kembali mencuat. Foto/MPI/Faisal Rahman
A A A
JAKARTA - Rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kembali menjadi perbincangan hangat dalam sepekan terakhir. Harga BBM yang semakin mahal dikhawatirkan bisa menekan daya beli masyarakat.

Mengingat harga BBM yang akan semakin mahal, penggunaan kendaraan listrik pun terus digalakkan oleh pemerintah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, sepeda motor listrik bisa menjadi solusi di tengah mahalnya harga BBM yang terjadi saat ini.

Menurut dia, pemakaian sepeda motor listrik bisa menghemat BBM hingga 60% ketimbang menggunakan sepeda motor berbahan bakar bensin.

"Saving bisa 60% kalau pakai motor listrik," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikuti Sabtu (27/8/2022).

Baca juga: Kabar Buruk, Kuota BBM Solar dan Pertalite Bakal Habis di Oktober 2022

Arifin mengungkapkan, industri transportasi yang menggunakan baterai listrik belum tumbuh di dalam negeri dan harga kendaraan listrik masih terbilang mahal.

Oleh karena itu, Kementerian ESDM meluncurkan program konversi sepeda motor berbahan bakar minyak menjadi sepeda motor berbahan bakar listrik dan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia.

Pada 2021 Kementerian ESDM telah melakukan konversi 100 unit sepeda motor yang tersebar di seluruh satuan kerja kementerian itu wilayah Jabodetabek.

Baca juga: Perusahaan Amerika Konkretkan Pembangunan Pabrik Baterai dan Microchip untuk Kendaraan Listrik di Indonesia

Sebanyak 100 sepeda motor itu telah lulus uji dan layak jalan sejauh 10.000 kilometer selama 48 hari dengan menempuh jalan menanjak, turunan, macet dalam kondisi hujan maupun panas, serta mendapatkan pelat nomor berwarna biru dari pihak kepolisian.

Program konversi tersebut memberikan manfaat berupa penghematan BBM sebanyak satu liter per hari per unit atau total 34 kiloliter per tahun dan penurunan emisi karbondioksida sebesar 0,72 ton per hari per unit atau total sebesar 24,4 ribu ton karbondioksida per tahun.

Setelah itu Kementerian ESDM kembali melakukan konversi motor BBM ke motor listrik sebanyak 1.000 unit pada tahun 2022.

Program konversi sepeda motor bensin menjadi sepeda motor listrik sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 65 Tahun 2020 yaitu kegiatan modifikasi sepeda motor dengan mengganti komponen mesin lama (mesin penggerak BBM) dengan komponen motor listrik, termasuk baterai atau disebut paket converter kit.



Berdasarkan laporan Pertamina sampai Juli 2022, penyaluran BBM bersubsidi jenis Pertalite telah menembus angka 16,8 juta kiloliter atau setara dengan 73,04% dari total kuota yang ditetapkan 23 juta kiloliter.

Pemerintah memperkirakan jumlah Pertalite tersebut akan habis pada Oktober 2022, sehingga perlu adanya tambahan volume BBM subsidi, termasuk subsidi untuk Solar yang volumenya terus mengalami peningkatan.

Sementara itu, BBM bersubsidi jenis solar yang sudah tersalurkan sebanyak 9,9 juta kiloliter, padahal total kuota solar sepanjang tahun ini adalah sebanyak 14,9 juta kiloliter.

Dalam APBN 2022 pemerintah mematok subsidi energi sebesar Rp502,4 triliun untuk menutup selisih harga keekonomian bahan bakar minyak, gas, dan listrik yang disalurkan oleh Pertamina dan PLN kepada rakyat.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Purbaya Pede Harga BBM...
Purbaya Pede Harga BBM Pertamax Bakal Turun Efek Damai AS-Iran
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo Energy dan BP per 22 Juni 2026
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Ribuan Desa Belum Teraliri...
Ribuan Desa Belum Teraliri Listrik, Menteri Bahlil Siapkan Anggaran Rp10 Triliun
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
ALVA Perkuat Keamanan...
ALVA Perkuat Keamanan Kendaraan dengan Anti Theft
Rekomendasi
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
18 Gol, 6 Piala Dunia:...
18 Gol, 6 Piala Dunia: Messi Bikin Klose Angkat Topi
Berita Terkini
Dasco: InsyaAllah Pemadaman...
Dasco: InsyaAllah Pemadaman Listrik Tak Terjadi Lagi Pekan Ini
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Pegadaian Gelar Khitanan...
Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026, Langkah Riil Peduli Sesama Berbasis ESG
IHSG Siang Anjlok 1,29%...
IHSG Siang Anjlok 1,29% ke 6.037, Sektor Keuangan dan Energi Jadi Pemberat
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved