Yuks, Belajar Seluk Beluk Keluatan dan Perikanan Lewat e-Jaring
Rabu, 01 Juli 2020 - 12:02 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Kepala BRSDM Sjarief Widjaja mengatakan, e-Jaring berbeda dengan platform pembelajaran digital pada umumnya. E-Jaring mengusung konsep learning by doing berbasis keterampilan teknis, sehingga tak sekadar menonton. Peserta juga dapat melakukan praktik dan berinteraksi langsung dengan para pelatih.
Sebagai pengenalan terhadap pelatihan online ini, KKP telah melaksanakan 17 pelatihan open training selama Juni 2020. Beberapa di antaranya pelatihan pengolahan hakau, amplang, burger tuna rumput laut, pelatihan pembuatan probiotik, perawatan mesin tempel, dan pergaraman. Pelatihan ini pun disambut antusias oleh masyarakat.
“Tiap pelatihan diikuti oleh antara 500-4.600 orang sehingga jumlah masyarakat kelautan dan perikanan yang telah mengikuti pelatihan selama bulan ini mencapai 12.000 orang. Bahkan, beberapa kelompok telah menerapkan hasil pelatihannya ke dalam unit usaha yang dijalankan,” terang Sjarief.
Melalui platform e-Jaring, KKP menargetkan pelatihan teknis yang semula 10.000 orang meningkat menjadi 40.000 orang masyarakat kelautan dan perikanan di tahun 2020.
Sebagai pengenalan terhadap pelatihan online ini, KKP telah melaksanakan 17 pelatihan open training selama Juni 2020. Beberapa di antaranya pelatihan pengolahan hakau, amplang, burger tuna rumput laut, pelatihan pembuatan probiotik, perawatan mesin tempel, dan pergaraman. Pelatihan ini pun disambut antusias oleh masyarakat.
“Tiap pelatihan diikuti oleh antara 500-4.600 orang sehingga jumlah masyarakat kelautan dan perikanan yang telah mengikuti pelatihan selama bulan ini mencapai 12.000 orang. Bahkan, beberapa kelompok telah menerapkan hasil pelatihannya ke dalam unit usaha yang dijalankan,” terang Sjarief.
Melalui platform e-Jaring, KKP menargetkan pelatihan teknis yang semula 10.000 orang meningkat menjadi 40.000 orang masyarakat kelautan dan perikanan di tahun 2020.
(uka)
Lihat Juga :