Wawancara Khusus Founder & CEO Suryanesia Rheza Adhihusada: Efisiensi Biaya Listrik melalui Pemanfaatan Tenaga Surya

Rabu, 31 Agustus 2022 - 20:56 WIB
loading...
A A A
Bagaimana pemanfaatan panel surya dilihat dari kondisi geografis dan iklim di Indonesia?
Pemanfaatan panel di Indonesia sebenarnya sangat bagus. Di Indonesia enaknya ada matahari terus. Beda dengan kondisi musim di Amerika, ada empat musim. Mungkin di pasang miring, dapatnya pas musim winter atau summer. Kalau di Indonesia, dipasang flat atau datar dengan kemiringan 10 derajat bisa dapat semua posisi sinar matahari.

Selama setahun ini, tantangan apa saja yang dihadapi Suryanesia?
Tantangan yang standar buat startup tentunya kami mesti banyak problem solving seperti membawa kepala engineering (teknisi), chief decisical open officer, mulai membangun infrastruktur perusahaannya seperti apa. Beruntungnya, kami sudah punya head of engineering yang telah mengerjakan sekitar 17 Megawatt untuk PLTS atap di Indonesia. Ada juga project manager dari perusahaan kontraktor yang membangun PLTS ini. Dari sisi perizinan, sudah punya afiliasi yang juga sudah lama bekerja sama dengan PLN.

Bagaimana tantangan meyakinkan industri untuk beralih menggunakan panel surya?
Itu susah-susah gampang. Kami tentunya menawarkan penghematan bagi klien. Secara teori, mereka tertarik. Tapi ada perjanjian rental untuk 25 tahun. Jadi seluruh klien ada bertanya, misalnya kalau suatu waktu harus relokasi kantor ke tempat lain, kalau ada gempa besar itu gimana, kalau PLN ada perubahan peraturan itu gimana. Banyak tanda tanya dari klien.

(Baca juga:Komitmen Pengurangan Emisi lewat Pemasangan Solar Panel di Pabrik Baja)

Sebisa mungkin kami meyakinkan klien bahwa seluruh risiko itu sudah kami cover. Misalnya, asuransi kalau ada gempa bumi atau kebakaran. Setiap skenario itu mesti dijelaskan ke klien. Itu sulitnya dan alasanya mengapa belum masuk ke segmen rumah tangga (resident). Karena kalau jelasin satu persatu ke perumahan itu capek.

Berapa jangka waktu sewa sistem panel surya yang diberikan bagi pelanggan?
Jangka pendeknya 10 tahun. Ada juga bisa 15 tahun, 25 tahun. Maksimal 30 tahun masih bisa.

Seperti apa kriteria dalam memilih perusahaan atau industri calon target pelanggan Suryanesia?
Kadang klien yang minta. Kalau bagi kami, asal kliennya bagus, industrinya menjanjikan, bisnisnya bagus, karakter kliennya bagus, kami maunya sepanjang mungkin sampai 25 tahun. Tapi mayoritas kami punya penawaran 15 sampai 25 tahun.

Untuk saat ini, industri sektor apa saja yang cocok untuk pemanfaatan panel surya?
Semuanya, asalkan mereka banyak menggunakan listrik. Mungkin ada pabrik yang warehouse itu enggak pas. Tapi kalau manufaktur, banyak memakai listrik itu pasti pas. Pabrik plastik, semen, baja, tekstil.

Bagaimana dari aspek kondisi geografis, adakah kriteria yang cocok untuk pemanfaatan tenaga surya?
Ada miskonsepsi yang cukup biasa. Sebenarnya, kalau makin adem, produksi listrik makin bagus. Yang paling bagus itu adalah yang paling terik dan paling adem. Dataran tinggi bagus.

Faktor apa saja yang berpengaruh terhadap biaya perhitungan listriknya?
Banyak faktor yang mesti dipertimbangkan, misalnya seberapa terik matahari di lokasi, pola hujan dan cuacanya. Begitu juga seberapa besar sistem yang digunakan. Kalau sistemnya kecil, fix cost-nya sangat besar. Tapi kalau sistemnya besar, fix cost-nya sangat kecil. Dilihat juga dari produksi PLTS nya seperti apa, tiap lokasi berbeda karena pola dari matahari.

Saat dengan klien, tentunya kita juga estimasikan bahwa perhitungan lebih rendah dengan jangka waktu lebih lama. Intinya, dari pembangunan, desain, engineering, perizinan, operasional, maintenance, semuanya kita kerjakan. Tentunya sebelum semua itu, nantinya kami akan lakukan studi juga ke lapangan. Jadi klien tinggal duduk manis.
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PLN EPI Siapkan Infrastruktur...
PLN EPI Siapkan Infrastruktur Gas, Kebutuhan Energi Primer Diproyeksi Tumbuh 5% per Tahun
Sokoguru Policy Forum:...
Sokoguru Policy Forum: Bedah Strategi Penguatan Ketahanan dan Transisi Energi Nasional
GEM Perkuat Standar...
GEM Perkuat Standar K3 dan APD demi Keselamatan Pekerja
MSP Targetkan Penggunaan...
MSP Targetkan Penggunaan Energi Terbarukan 100% di Fasilitas Smelter
Peran Ganda PLTA Sipansihaporas...
Peran Ganda PLTA Sipansihaporas Layaknya Benteng Alami Saat Banjir Kayu di Sumatera
Transisi Energi Berkeadilan...
Transisi Energi Berkeadilan Perlu Langkah Stratejik dan Kolaborasi Multi Pihak
EcoFlow Perluas Akses...
EcoFlow Perluas Akses Solusi Energi Pintar, Dukung Ketahanan Energi di Era Transisi Energi
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Legislator PAN Dorong...
Legislator PAN Dorong Pemerintah Terus Upayakan Transisi Energi Ramah Lingkungan
Rekomendasi
Wamenhaj Dorong Semangat...
Wamenhaj Dorong Semangat 'Travel Beyond Profit' di Mukernas III ASPHIRASI
TKBM Pelabuhan Ungkap...
TKBM Pelabuhan Ungkap Platform Digital Dermaga Atasi Masalah Bongkar Muat
BSU Lanjutkan Komitmen...
BSU Lanjutkan Komitmen Dukungan Pendidikan Anak di Tahun Ajaran Baru 2026
Berita Terkini
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
Infografis
10 Pasukan Khusus Terganas...
10 Pasukan Khusus Terganas di Dunia, Indonesia Masuk?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved