Menguak Rahasia Kenapa Harga BBM di Malaysia Lebih Murah dari Indonesia

Senin, 05 September 2022 - 14:24 WIB
loading...
Menguak Rahasia Kenapa...
Saat harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia mengalami kenaikan, Malaysia justru menurunkan harga. Foto/Dok Reuters
A A A
JAKARTA - Saat harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia mengalami kenaikan, Malaysia justru lebih dulu menurunkan harga pada 24 Agustus 2022, lalu. Adapun bila dibandingkan, harga BBM di Malaysia terpantau masih lebih mudah dibandingkan dengan yang dijual di Tanah Air.

Pada akhir Agustus kemarin, kementerian keuangan Malaysia mengumumkan Harga RON97 turun 5 sen menjadi RM4,30 per liter. Sedangkan harga RON95 tidak berubah dan akan terus dijual eceran sebesar RM2.05 per liter. Harga solar juga tetap di RM2,15 per liter.

Baca Juga: Redam Efek Kenaikan Harga BBM, Sri Mulyani Naikkan Bansos Rp24,17 Triliun

Perubahan harga baru tersebut diterangkan bakal efektif hingga 31 Agustus. Kementerian mengatakan pemerintah akan terus memantau tren harga minyak mentah global dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk memastikan kesejahteraan dan kesejahteraan rakyat yang berkelanjutan.

"Untuk melindungi konsumen dari kenaikan harga minyak global, pemerintah akan mempertahankan harga plafon RON95 pada RM2,05 per liter dan solar pada RM2,15 per liter, meskipun harga pasar (berasal dari mekanisme penetapan harga otomatis) untuk RON95 dan diesel telah meningkat di luar harga plafon saat ini," katanya kementerian Malaysia dalam sebuah pernyataan resmi dikutip dari Free Malaysia Today.

Bila dibandingkan dengan harga jual di Indonesia, harga bahan BBM RON 95 di Malaysia yang masih dijual RM2,05 per liter yang setara Rp6.895. Ini bahkan lebih murah daripada Pertalite dengan RON 90 yang setelah mengalami kenaikan menjadi Rp10.000 per liter.

Harga BBM di Malaysia yang lebih murah, ternyata juga masih mendapatkan subsidi dari pemerintah. Pada akhir Juli lalu, Menkeu Keuangan Malaysia, Tengku Zafrul Aziz menyayangkan bahwa subsidi umum lebih menguntungkan orang kaya daripada orang miskin.

Baca Juga: Efek Kenaikan Solar ke Biaya Logistik Bisa Mencapai 40 Persen

Dia mengatakan pemerintah akan menerapkan mekanisme subsidi bahan bakar yang lebih tepat sasaran. Diterangkan bahwa grup T20 (kelompok masyarakat ekonomi atas dengan penghasilan lebih dari Rp37 juta per bulan) menikmati subsidi bahan bakar hingga 8 miliar ringgit atau setara Rp26,9 triliun.

Sementara kelompok B40 (kelompok ekonomi bawah dengan pendapatan di bawah Rp 16 juta) hanya menikmati subsidi bahan bakar sebesar 6 miliar ringgit (Rp20,1 triliun).

Dalam jawaban tertulis parlemen, Tengku Zafrul Aziz mengatakan mekanisme subsidi tetap sasaran saat ini sedang diuji. "Pengujian (awal) akan diikuti dengan penerapan yang lebih luas," katanya, seraya menambahkan bahwa pemerintah ingin memastikan kelayakan mekanisme di daerah perkotaan dan pedesaan.

"Ini (pengujian) diperkirakan akan memakan waktu antara tiga dan enam bulan sebelum sistem baru diterapkan secara nasional," katanya menanggapi pertanyaan tentang apa yang dilakukan pemerintah untuk memastikan subsidi lebih tepat sasaran.

Tengku Zafrul mengatakan, penerapan mekanisme subsidi BBM ditargetkan akan dilaksanakan secara bertahap untuk memastikan tidak menimbulkan inflasi atau mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Tahun ini, subsidi BBM diperkirakan akan merugikan pemerintah sekitar RM30 miliar.

Harga BBM Pertamina per 3 September 2022.

- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp14.500 per liter
- Pertamax Turbo: Rp15.900 - Rp16.600 per liter
- Pertamina Dex: Rp17.400 - Rp18.100 per liter
- Dexlite: Rp17.100 - Rp17.800 per liter

Harga BBM Malaysia per 1 September 2022.

- RON 95: RM2.05 atau sekitar Rp6.895 per liter
- RON 97: RM4.30 atau sekitar Rp13.284 per liter
- Diesel: RM2.15 atau sekitar Rp6.657 per liter

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
Harga BBM dan LPG Subsidi...
Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik Seperti Pertamax, Bahlil: Itu Perintah Presiden
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Komisi XII Ingatkan Dampaknya terhadap Daya Beli
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Purbaya Sebut Efeknya Minim ke Ekonomi
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Komisi VI DPR: Kenaikan...
Komisi VI DPR: Kenaikan Harga BBM Dilakukan Tiba-tiba, Kami Belum dapat Informasi
Suasana Pom Bensin Usai...
Suasana Pom Bensin Usai Kenaikan Harga Pertamax Nyaris Rp4.000 per Liter
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Warga Beralih ke Pertalite
Rekomendasi
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
Berita Terkini
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Infografis
Harga Tiket Indonesia...
Harga Tiket Indonesia vs Australia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved