Ini Cara Ganjar Redam Lonjakan Inflasi di Jateng Imbas Kenaikan Harga BBM
Senin, 12 September 2022 - 18:30 WIB
loading...
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, usai mengikuti rapat koordinasi secara virtual terkait pengendalian inflasi daerah. Rapat ini dipimpin langsung oleh Presiden Jokowi Senin (12/9/2022). FOTO/Istimewa
A
A
A
SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan intervensi terhadap sejumlah sektor yang terdampak penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu lalu untuk mencegah inflasi. Intervensi yang dilakukan antara lain operasi pasar, subsidi harga dan subsidi transportasi.
Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo , usai mengikuti rapat koordinasi secara virtual terkait pengendalian inflasi daerah. Rapat ini dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (12/9/2022) siang.
Baca Juga: Program Petik Masak, Relawan Mak Ganjar Bagikan 300 Bibit Cabai di Cilandak
Ganjar mengatakan, sesuai arahan Presiden Jokowi, dari 2 persen Dana Transfer Umum (DTU) senilai Rp2,17 triliun, subsidi transportasi menjadi kewajiban setiap kepala daerah untuk menutup biaya transportasi. Sebab, penyesuaian harga BBM akan langsung berdampak pada tarif angkutan pengangkut barang dan jasa.
Oleh karena itu, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus berupaya mengurangi beban masyarakat pasca penyesuaian harga BBM. Salah satunya dengan subsidi transportasi untuk mengurangi biaya pengiriman dari penyalur komoditas seperti petani, pelayan dan peternak, sehingga harga pengiriman bisa ditekan dan tidak berpengaruh pada pedagang.
Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo , usai mengikuti rapat koordinasi secara virtual terkait pengendalian inflasi daerah. Rapat ini dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (12/9/2022) siang.
Baca Juga: Program Petik Masak, Relawan Mak Ganjar Bagikan 300 Bibit Cabai di Cilandak
Ganjar mengatakan, sesuai arahan Presiden Jokowi, dari 2 persen Dana Transfer Umum (DTU) senilai Rp2,17 triliun, subsidi transportasi menjadi kewajiban setiap kepala daerah untuk menutup biaya transportasi. Sebab, penyesuaian harga BBM akan langsung berdampak pada tarif angkutan pengangkut barang dan jasa.
Oleh karena itu, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus berupaya mengurangi beban masyarakat pasca penyesuaian harga BBM. Salah satunya dengan subsidi transportasi untuk mengurangi biaya pengiriman dari penyalur komoditas seperti petani, pelayan dan peternak, sehingga harga pengiriman bisa ditekan dan tidak berpengaruh pada pedagang.
Lihat Juga :