Wall Street Dibuka Loyo Sambut Tekanan Inflasi Amerika 8,3%
Selasa, 13 September 2022 - 23:08 WIB
loading...
A
A
A
Kendati lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, persentase 8%-an kali ini menjadi momok bagi pasar karena dapat membuka jalan Federal Reserve atau The Fed untuk mendongkrak suku bunga agresifnya pada pertemuan FOMC pekan depan.
"Penurunan inflasi utama terjadi karena harga energi yang lebih rendah, tetapi tingkat yang mendasarinya - yang paling baik bisa dilihat oleh inflasi inti yang sedikit lebih tinggi dari perkiraan," kata profesor ekonomi di University of Michigan Justin Wolfers, dilansir Reuters, Selasa (13/9/2022).
Baca juga: 10 Daerah yang Sukses Turunkan Inflasi Bakal Dapat Insentif Rp10 Miliar
Penurunan inflasi secara bulanan ini dinilai dapat membantu The Fed mengurangi kenaikan suku bunga ke tingkat yang berpotensi mendorong ekonomi AS ke dalam resesi.
"Tapi tekanan harga tidak akan mengubah pendirian Fed dalam mempertahankan sikap hawkishnya," kata Analis Oanda Edward Moya, dikutip dari Associated Press.
"Penurunan inflasi utama terjadi karena harga energi yang lebih rendah, tetapi tingkat yang mendasarinya - yang paling baik bisa dilihat oleh inflasi inti yang sedikit lebih tinggi dari perkiraan," kata profesor ekonomi di University of Michigan Justin Wolfers, dilansir Reuters, Selasa (13/9/2022).
Baca juga: 10 Daerah yang Sukses Turunkan Inflasi Bakal Dapat Insentif Rp10 Miliar
Penurunan inflasi secara bulanan ini dinilai dapat membantu The Fed mengurangi kenaikan suku bunga ke tingkat yang berpotensi mendorong ekonomi AS ke dalam resesi.
"Tapi tekanan harga tidak akan mengubah pendirian Fed dalam mempertahankan sikap hawkishnya," kata Analis Oanda Edward Moya, dikutip dari Associated Press.
(ind)
Lihat Juga :