Beli Minyak Rusia Bagai Pisau Bermata Dua buat Indonesia
Jum'at, 16 September 2022 - 09:17 WIB
loading...
A
A
A
"Dengan demikian ada potensi untuk bisa menurunkan harga BBM. Jika sedikit ya tidak akan signifikan karena impor yang lain nilainya sesuai dengan harga pasar," kata dia.
Terlebih, saat ini Indonesia jadi net importir minyak mentah dengan kebutuhan mencapai 1,6 juta barel per hari (BOPD). Sedangkan produksi dalam negeri hanya 620.000 BOPD. "Jadi masih besar sekali impor kita," imbuh Mamit.
Namun, bila pemerintah jadi membeli minyak Rusia, maka Indonesia terancam kena sanksi dari negara lain, terutama Amerika dan sekutunya. Indonesia akan dianggap membiayai Rusia untuk berperang melawan Ukraina.
Di sisi lain, neraca perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat, Uni Eropa dan sekutunya juga sangat bagus. Kondisi itu akan berubah jika Indonesia membeli minyak Rusia.
"Bayangkan kalau sampai kita diembargo oleh mereka, maka akan berdampak besar terhadap perekonomian kita. Bayangkan kita semuanya pakai dolar dan tiba-tiba dolar kita di-freeze, bisa berabe kita," katanya.
Mamit berharap langkah diplomasi yang dilakukan oleh Kementeria Luar Negeri dan instansi terkait lain bisa berhasil. Sehingga semua akan baik-baik saja, dan Indonesia bisa bebas dari sanksi negara-negara tersebut.
Terlebih, saat ini Indonesia jadi net importir minyak mentah dengan kebutuhan mencapai 1,6 juta barel per hari (BOPD). Sedangkan produksi dalam negeri hanya 620.000 BOPD. "Jadi masih besar sekali impor kita," imbuh Mamit.
Namun, bila pemerintah jadi membeli minyak Rusia, maka Indonesia terancam kena sanksi dari negara lain, terutama Amerika dan sekutunya. Indonesia akan dianggap membiayai Rusia untuk berperang melawan Ukraina.
Di sisi lain, neraca perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat, Uni Eropa dan sekutunya juga sangat bagus. Kondisi itu akan berubah jika Indonesia membeli minyak Rusia.
"Bayangkan kalau sampai kita diembargo oleh mereka, maka akan berdampak besar terhadap perekonomian kita. Bayangkan kita semuanya pakai dolar dan tiba-tiba dolar kita di-freeze, bisa berabe kita," katanya.
Mamit berharap langkah diplomasi yang dilakukan oleh Kementeria Luar Negeri dan instansi terkait lain bisa berhasil. Sehingga semua akan baik-baik saja, dan Indonesia bisa bebas dari sanksi negara-negara tersebut.
Lihat Juga :