Beli Minyak Rusia Bagai Pisau Bermata Dua buat Indonesia
Jum'at, 16 September 2022 - 09:17 WIB
loading...
Indonesia bisa terkena sanksi Amerika dan Eropa jika membeli minyak Rusia. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah tengah mempertimbangkan segala opsi kebijakan untuk menahan kenaikan biaya di sektor energi, seperti harga bahan bakar minyak (BBM) . Salah satunya, mengikuti jejak China dan India membeli minyak dari Rusia.
Baca juga: Pastikan Penyaluran BLT BBM Tepat Sasaran, Jokowi: Kepulauan Terluar Sudah Mulai Kita Serahkan
Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, pembelian minyak Rusia ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi kebutuhan BBM nasional bisa lebih terpenuhi, namun Indonesia berpotensi dimusuhi Amerika Serikat dan Eropa.
Mamit pun menilai baik rencana pemerintah mengimpor minyak Rusia, dengan harga yang lebih murah bakal menekan pengeluaran dan juga memperkuat stok BBM. Apalagi, pemerintah harus menyiapkan anggaran untuk subsidi BBM.
"Saya kira jika opsi berhasil dilaksanakan akan sangat baik kita. Dengan harga yang jauh lebih murah, maka akan ada pengurangan biaya produksi untuk BBM kita," kata Mamit kepada wartawan, Jumat (16/9/2022).
Hanya saja, dia menambahkan, tinggal seberapa besar negara mampu membeli minyak Rusia dari total nilai impor yang ada. Jika mampu besar, maka itu akan signfikan mengurangi beban.
Baca juga: Pastikan Penyaluran BLT BBM Tepat Sasaran, Jokowi: Kepulauan Terluar Sudah Mulai Kita Serahkan
Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, pembelian minyak Rusia ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi kebutuhan BBM nasional bisa lebih terpenuhi, namun Indonesia berpotensi dimusuhi Amerika Serikat dan Eropa.
Mamit pun menilai baik rencana pemerintah mengimpor minyak Rusia, dengan harga yang lebih murah bakal menekan pengeluaran dan juga memperkuat stok BBM. Apalagi, pemerintah harus menyiapkan anggaran untuk subsidi BBM.
"Saya kira jika opsi berhasil dilaksanakan akan sangat baik kita. Dengan harga yang jauh lebih murah, maka akan ada pengurangan biaya produksi untuk BBM kita," kata Mamit kepada wartawan, Jumat (16/9/2022).
Hanya saja, dia menambahkan, tinggal seberapa besar negara mampu membeli minyak Rusia dari total nilai impor yang ada. Jika mampu besar, maka itu akan signfikan mengurangi beban.
Lihat Juga :