Bangkit dari Krisis Covid-19, Kadin Minta Pemerintah Beri Jaminan Modal Kerja

Kamis, 02 Juli 2020 - 19:36 WIB
loading...
Bangkit dari Krisis...
Ketua Umum Kadin Rosan Perkasa Roeslani minta pengusaha dan UMKM diberikan jaminan modal kerja. FOTO/SINDOnews.
A A A
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) meminta agar pemerintah segera mencairkan pinjaman modal kerja baik bagi pengusaha besar maupun pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Penyaluran pinjaman diperlukan sebagai modal untuk memulai kembali usaha akibat krisis Covid-19.

"Proses restrukturisasi sudah berjalan, kami perlu langkah cepat yang memang dibutuhkan UMKM terutama dan dunia usaha," ujarnya dalam teleconference di Jakarta, Kamis (2/7/2020).

(BACA JUGA: Penanganan Covid-19 Lambat, Kadin Proyeksi Ekonomi RI Kuartal II/2020 Anjlok -4%)

Menurut dia saat ini supply dan demand sedang mengalami tekanan begitu hebat. Sebab itu tanpa kredit modal kerja pelaku usaha dan UMKM tidak bisa memulai kembali aktivitas usahanya.

"Modal kerja dibutuhkan UMKM dan pengusaha sebagai upaya bergerak kembali karena kita tahu supply dan demand sedang tertekan," tandasnya.

Dia menandaskan tanpa kredit modal kerja restrukturisasi sebelumnya akan percuma. Sebab itu, pihaknya berharap perbankan segera mempercepat penyaluran kredit modal kerja kepada pengusaha dan pelaku UMKM.

"Kalau tidak ada modal kerja dari perbankan proses restrukturisasi yang sudah berjalan tidak akan optimal. Tadi disampaikan, habis restrukturisasi, pihak perbankan masih belum memberikan modal kerja kepada UMKM dan dunia usaha," ungkapnya.

Dia meminta kepada pemerintah untuk mencontoh sejumlah negara tetangga yang bergerak cepat memberikan kredit modal kerja kepada dunia usaha dan pelaku UMKM. Untuk memberikan modal kerja, pemerintah bisa memberikan jamina sekitar 80-90% sementara sisanya dari perbankan.

"Dengan adanya ini juga untuk mencegah moral hazard dan penjaminan jadi sangat penting. Dan pemerintah tidak perlu berikan likuiditas tapi penjaminan," kata dia.

Dia memastikan langkah tersebut bisa segera dijalankan. Paslnya likuditas dari perbankan besar khususnya untuk golonggan buku empat relatif tidak mengalami masalah.

"kalau kita lihat likuiditas perbankan ini sangat baik, terutama bank-bank besar seperti buku empat.Justru kendala di bank kecil mungkin lebih mempunyai problem likuiditas," jelasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Dorong Media CCTV Masuk ke Bisnis E-commerce
Salurkan Hewan Kurban...
Salurkan Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia, AYP: Bukti Kepedulian Kadin ke Sesama
AYP Serahkan Hewan Kurban...
AYP Serahkan Hewan Kurban ke Musala An-Nur Bukit Duri
Rekomendasi
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Terungkap! Andri Mulyono...
Terungkap! Andri Mulyono Kongkalikong dengan PPK untuk Dapat Proyek Pengadaan Motor Listrik BGN
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Resmi, DPR Akhirnya...
Resmi, DPR Akhirnya Minta TikTok Angkat Kaki dari AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved