Kisah Sri Mulyani jadi Direktur IMF 2002-2004, Ada Andil Megawati

Senin, 19 September 2022 - 06:35 WIB
loading...
Kisah Sri Mulyani jadi...
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pernah menjabat Direktur Eksekutif IMF pada 2002-2004. Foto/Antara
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani punya rekam jejak mumpuni, termasuk di kancah internasional dengan menjadi Direktur Eksekutif International Monetary Fund atau IMF pada 2002-2004.

Merujuk situs resmi worldbank.org, Sri Mulyani terpilih menjadi Direktur Eksekutif Dana Moneter Internasional atau IMF pada awal Oktober 2002.

Mulai 1 November 2002, dia resmi menjabat direktur di lembaga keuangan global tersebut mewakili 12 negara di Asia Tenggara.

Mengutip perpusnas.go.id, kala itu Sri Mulyani Indrawati menggantikan Dono Iskandar Djojosubroto, salah satu pejabat eselon di Departemen Keuangan, dan Sri pun menjadi perempuan pertama dari Indonesia menduduki posisi Direktur Eksekutif IMF.

Sebagai informasi, masuknya Sri Mulyani ke IMF terjadi di penghujung pemerintahan Megawati Soekarnoputri yang menjabat Presiden sejak 23 Juli 2001 hingga 20 Oktober 2004.

Ani, sapaan akrab Sri Mulyani, juga mengakui bahwa kiprahnya di dunia internasional tak terlepas dari andil presiden ke-5 RI itu. Menurut Ani, kala itu Megawati lah yang mendorong dirinya untuk terjun dan berkiprah di IMF.

Hal itu dikemukakan Sri Mulyani saat menjadi pembicara pada diskusi bertajuk "Perempuan Hebat untuk Indonesia Maju" di Jakarta, Minggu (22/12/2019). Megawati pun turut hadir pada acara yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tersebut.

Baca juga: Ditanya soal Koalisi Pilpres 2024, Megawati: Ya Sabar Sajalah Dulu

"Sebetulnya peranan saya di dunia internasional pertama kali itu karena Ibu Megawati, karena Ibu itu yang memberikan surat tugas saya menjadi Executive Director di IMF. Itu pertama kali karena Ibu Mega yang menugaskan kepada saya," ungkap Sri Mulyani, dikutip SINDOnews dari tayangan video di kanal YouTube, Senin (19/9/2022).

“Di situlah saya mulai mengenal mengenai yang disebut institusi IMF dan World Bank, istilahnya mereka adalah The Bretton Woods Institutions,” sambung perempuan kelahiran Bandar Lampung, 26 Agustus 1962.

Sebagai Direktur Eksekutif IMF yang mewakili negara ASEAN, Sri Mulyani bertugas memperjuangkan aspirasi dan kebijakan yang dapat memengaruhi 12 negara di Asia Tenggara.

"Saya mewakili Indonesia dan 11 negara lain. Tujuannya untuk memperjuangkan suara-suara dari anggota IMF terutama pada saat kita bicara tentang program, isu-isu dan kebijakan yang bisa memengaruhi negara," tutur peraih penghargaan Euromoney Finance Minister of the Year dari majalah Euromoney pada 2006.

Baca juga: Profil Pendiri IMF John Keynes dan Harry White, Siapakah Dia?

Berlanjut di masa pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dimulai pada 20 Oktober 2004 hingga 2014, Sri Mulyani selain ditunjuk menjadi Menteri PPN/Kepala Bappenas pada 2004 dan Menteri Keuangan pada 2005, dia juga sempat berkarir di Bank Dunia (World Bank).

Seperti diketahui, Sri Mulyani melepas jabatannya sebagai Menteri Keuangan masa pemerintahan SBY dan lantas bergabung dengan Bank Dunia.

Peraih gelar Master dan Doktor bidang ekonomi di University of Illinois Urbana-Champaign, Amerika Serikat, itu menduduki jabatan sebagai Managing Director dan Chief Operating Officer (COO) Bank Dunia pada 2010-2016.

"Saya menjadi Managing Director World Bank adalah pada saat saya di bawah Presiden SBY. Jadi, tentu ini adalah suatu kesempatan sesudah saya mengemban tugas waktu itu secara publik, yaitu mulai dari Sekretaris Dewan Ekonomi Nasional waktu Ibu Mega menjadi Wapres, lalu menjadi Menteri Bappenas dan Menteri Keuangan," beber Ani yang pada 2008 dinobatkan sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia oleh majalah Forbes dan menjadi Menteri Keuangan terbaik di Asia.



Bendahara negara itu mengaku berkiprah di Bank Dunia dan IMF jauh lebih mudah, terutama dalam konteks kesetaraan gender. Pasalnya, kedua institusi internasional itu memang mengakomodasi kaum hawa untuk menduduki jabatan strategis. Ani bilang, mereka juga memperjuangkan kesetaraan gender.

“Jadi, mereka membutuhkan perempuan kayak saya sebagai face of the World Bank, sekaligus untuk menunjukkan bahwa perempuan itu bisa menduduki,” tandas peraih Finance Minister of The Year 2019 dari majalah keuangan The Banker.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
IMF, Bank Dunia, dan...
IMF, Bank Dunia, dan IEA Ketar-ketir Kelangkaan BBM di Depan Mata
IMF Peringatkan AI Bisa...
IMF Peringatkan AI Bisa Bobol Sistem Perbankan Dunia dalam Hitungan Detik!
Naik Argo Bromo Anggrek...
Naik Argo Bromo Anggrek Sehari Sebelumnya, Sri Mulyani Berduka untuk Korban Tabrakan KA di Bekasi
Cerita Purbaya Tolak...
Cerita Purbaya Tolak Dana Segar dari IMF dan World Bank: Kita Punya Tabungan Sendiri
Peran Yuan China Dalam...
Peran Yuan China Dalam Tata Keuangan Dunia Baru
Pidato di Davos, Prabowo:...
Pidato di Davos, Prabowo: Kita Berkumpul saat Dunia Penuh Ketidakpastian
Megawati Didampingi...
Megawati Didampingi Prananda Prabowo Tiba di Arena Rakernas PDIP
Rekomendasi
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
Noel Divonis 4,5 Tahun...
Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara, KPK Tidak Ajukan Banding
Bela Ruben Onsu, Betrand...
Bela Ruben Onsu, Betrand Peto Mengaku Pernah Ditampar Keluarga Sarwendah
Berita Terkini
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, ASDP Perkuat Layanan dan Keselamatan Penyeberangan
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved