Hery Gunardi Klaim BSI Lahir karena Bank Syariah Kalah Saing
Selasa, 20 September 2022 - 18:24 WIB
loading...
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), Hery Gunardi mengungkapkan, keberadaan BSI menjadi jawaban atas ketidakmampuan bank syariah bersaing dengan perbankan konvensional di Indonesia. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) , Hery Gunardi mengungkapkan, keberadaan BSI menjadi jawaban atas ketidakmampuan bank syariah bersaing dengan perbankan konvensional di Indonesia.
Baca Juga: BSI Masuk 14 Bank Syariah Terbesar di Dunia, Nilai Kapitalisasi Tembus Rp54,4 T
Padahal mayoritas jumlah penduduk Tanah Air pemeluk agama Islam. Sejatinya jumlah tersebut seyogyanya menjadi pasar potensial bagi lembaga atau perbankan syariah .
"Sering sekali ada pertanyaan, kenapa bank syariah tidak bisa kompetitif di Indonesia? padahal mayoritas penduduknya Muslim, hampir 220 juta jiwa. Ini pangsa pasar besar, industri halal besar, tapi bank syariahnya tidak ada yang besar," ujar Dirut BSI, Hery dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR Selasa (20/9/2022).
Mengacu pada total aset perbankan per Juni 2022, mayoritas ditempati perbankan konvensional. Hery mengatakan, hanya ada BSI yang tampil dalam 10 besar dengan total aset sebesar Rp277 triliun.
Baca Juga: BSI Masuk 14 Bank Syariah Terbesar di Dunia, Nilai Kapitalisasi Tembus Rp54,4 T
Padahal mayoritas jumlah penduduk Tanah Air pemeluk agama Islam. Sejatinya jumlah tersebut seyogyanya menjadi pasar potensial bagi lembaga atau perbankan syariah .
"Sering sekali ada pertanyaan, kenapa bank syariah tidak bisa kompetitif di Indonesia? padahal mayoritas penduduknya Muslim, hampir 220 juta jiwa. Ini pangsa pasar besar, industri halal besar, tapi bank syariahnya tidak ada yang besar," ujar Dirut BSI, Hery dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR Selasa (20/9/2022).
Mengacu pada total aset perbankan per Juni 2022, mayoritas ditempati perbankan konvensional. Hery mengatakan, hanya ada BSI yang tampil dalam 10 besar dengan total aset sebesar Rp277 triliun.
Lihat Juga :