Apakah Ekonomi China Lebih Kuat dari Amerika? Simak Penjelasannya

Kamis, 29 September 2022 - 16:53 WIB
loading...
Apakah Ekonomi China...
China dan Amerika Serikat saat ini merupakan dua ekonomi terbesar secara global. Foto DOK unair
A A A
JAKARTA - China dan Amerika Serikat saat ini merupakan dua ekonomi terbesar secara global. Dua negara ini bersaing dengan ketat demi membuktikan siapa yang punya kemampuan ekonomi terbaik di dunia .

Sejak Amerika Serikat mengambil alih kursi ekonomi terbesar dari Britania Raya pada 1870 an, kini Negeri Paman Sam menghadapi pesaing ekonomi yang sama besarnya.

Baca juga : Khawatir Agresivitas China, Amerika Serikat Dekati Indonesia

Bahkan menurut pemberitaan dari VOA, China digadang-gadang dapat menyalip ekonomi Amerika Serikat dalam beberapa dekade mendatang. Hal tersebut telah diprediksi oleh beberapa analis.

Diramalkan PDB China akan tumbuh 5,7% per tahun hingga 2025, kemudian 4,7% setiap tahun hingga 2030. Menurut perkiraan Pusat Penelitian Ekonomi dan Bisnis Inggris (CEBR) bahwa China yang sekarang menduduki peringkat ke dua di dunia akan menyalip ekonomi AS peringkat 1 pada tahun 2030.

Melansir dari belfercenter.org, China telah berkembang pesat selama empat dekade terakhir dengan tingkat rata-rata empat kali lipat dari AS.

Bila diukur dari nilai tukar pasar sejak tahun 2000, PDB China telah melonjak dari USD1,2 triliun menjadi USD17,7 triliun.

Sebuah paper yang ditulis Graham Allison, tercatat bahwa China telah menjadi bengkel manufaktur dunia, merebut mitra dagang nomor 1 sebagian besar negara di dunia dan memantapkan dirinya dirinya sebagai mata rantai paling penting dalam rantai pasokan global kritis dunia.

Hal tersebut juga sesuai dengan data yang dikeluarkan oleh statisticstimes.com, AS berada di urutan teratas secara nominal, sedangkan China berada di urutan teratas dalam PPP (Purchasing Power Parity) sejak 2017 setelah menyalip AS.

Baca juga : Hubungan China-Amerika Memanas, Menhan Prabowo: Keduanya Teman Baik Indonesia

Dijelaskan bahwa Pada tahun 2021, kedua negara baik AS atau China bersama-sama berbagi 41,89% dan 34,75% dari PDB seluruh dunia secara nominal dan PPP, masing-masing.

Perbedaan antara kedua negara ini juga sangat tinggi dalam hal pendapatan per kapita mengingat kedua negara memiliki penduduk terpadat. Pendapatan per Kapita Amerika Serikat ada di angka $ 63,544 lebih besar dari China yang hanya $ 17,312.

Menurut World Factbook, China mengungguli AS di sektor Pertanian dan Industri. Hal tersebut dikarenakan biaya produksi di Amerika jauh lebih mahal dua kali lipat.

Dari berbagai data yang telah disajikan, tentunya China berpotensi besar untuk menyusul AS sebagai kepala perekonomian dunia.

Menjadi pemilik gelar perekonomian tertinggi di dunia tentu akan mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi berbagai hal. Karena banyaknya uang yang dimiliki membuat dapat berbelanja lebih banyak dan memiliki segala hal yang tidak dimiliki negara lain.
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Rekomendasi
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Satelit China Dukung Houthi Yaman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved