Jatuhnya Harga Minyak Dunia Belum Akan Turunkan Banderol BBM, Ini Penjelasannya!
Kamis, 29 September 2022 - 20:44 WIB
loading...
Penurunan harga minyak dunia tak lantas membuat harga BBM turun. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kementerian BUMN menyatakan penurunan harga minyak mentah (crude oil) dunia tidak serta merta membuat pemerintah menurunkan harga bahan minyak (BBM) di dalam negeri. Saat ini, harga minyak mentah berada di level USD80 per barel.
Baca juga: Kenaikan Harga BBM Dongkrak Jumlah Penumpang Transjakarta hingga 10 Persen
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, menyebut pemerintah akan mempertimbangkan harga minyak mentah yang sudah dibeli PT Pertamina (Persero) beberapa waktu lalu, sebelum pemerintah mengambil kebijakan menurunkan harga BBM.
Dia mengakui harga minyak mentah sudah mengalami penurunan saat ini, namun harga yang dibeli Pertamina masih mengacu pada harga lama atau dua bulan sebelumnya. Jadi, langkah menurunkan harga BBM akan berpengaruh besar terhadap arus kas BUMN di sektor migas tersebut.
"Harganya kan masih harga lama, kalau sekarang kita lihat nanti berapa lama, maka seharusnya itu akan berpengaruh pada (harga) ke depannya. Dilihat dulu rata-ratanya berapa, kita bukan seperti harga crude oil pembelian di lapangan. Itu kan harus diolah lagi, biasanya Pertamina kan beli dua bulan sebelumnya," ungkap Arya, Kamis (29/9/2022).
Baca juga: Kenaikan Harga BBM Dongkrak Jumlah Penumpang Transjakarta hingga 10 Persen
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, menyebut pemerintah akan mempertimbangkan harga minyak mentah yang sudah dibeli PT Pertamina (Persero) beberapa waktu lalu, sebelum pemerintah mengambil kebijakan menurunkan harga BBM.
Dia mengakui harga minyak mentah sudah mengalami penurunan saat ini, namun harga yang dibeli Pertamina masih mengacu pada harga lama atau dua bulan sebelumnya. Jadi, langkah menurunkan harga BBM akan berpengaruh besar terhadap arus kas BUMN di sektor migas tersebut.
"Harganya kan masih harga lama, kalau sekarang kita lihat nanti berapa lama, maka seharusnya itu akan berpengaruh pada (harga) ke depannya. Dilihat dulu rata-ratanya berapa, kita bukan seperti harga crude oil pembelian di lapangan. Itu kan harus diolah lagi, biasanya Pertamina kan beli dua bulan sebelumnya," ungkap Arya, Kamis (29/9/2022).
Lihat Juga :