Lulusannya Setara D1 dan Siap Hadapi Dunia Industri, Menperin: SMK-SMAK Bogor Kebanggan
Sabtu, 01 Oktober 2022 - 06:17 WIB
loading...
A
A
A
“Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran SDM, Sarana Prasarana, Sistem PPDB, dan kurikulum. Tenaga pendidik SMK-SMAK Bogor umumnya lulusan PTN ternama seperti UI, IPB, ITB, UG, UNPAD, ITS, dan PTN lain. Sarana prasarana lengkap sesuai dengan tuntutan industri, raw material dari siswanya sangat selektif melalui jalur JARVIS Prestasi, Bersama dan Mandiri,” jelasnya.
Baca Juga: Lulusan SMK Banyak Menganggur, Pegiat Pendidikan Berikan Solusinya
Rusman mengatakan, siswa di SMK-SMAK Bogor telah melewati seleksi yang cukup ketat, yakni melalui JARVIS (Jalur Penerimaan Vokasi Industri) yang rutin diadakan setiap tahun. Siswa yang diterima, melaksanakan kegiatan belajar menggunakan kurikulum yang sudah diselaraskan dengan kebutuhan industri, yakni praktik 60% dan teori 40%.
“Berdasarkan testimoni yang disampaikan industri, lulusan SMK-SMAK Bogor memiliki kompetensi lebih dari cukup untuk menghadapi dunia industri. Bahkan, masih unggul dibandingkan lulusan D3. (Mereka) dapat beradaptasi dengan cepat terkait bidang pekerjaannya, serta cepat menerima dan mengeksekusi arahan,” tutup Rusman.
Hal ini selaras dengan komitmen BPSDMI Kemenperin untuk memperkecil competency gap antara dunia industri dan dunia pendidikan. Menurut Kepala BPSDMI Arus Gunawan, sektor industri merupakan salah satu sektor yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, dengan kebutuhan kurang lebih 600 ribu per tahun.
Baca Juga: Lulusan SMK Banyak Menganggur, Pegiat Pendidikan Berikan Solusinya
Rusman mengatakan, siswa di SMK-SMAK Bogor telah melewati seleksi yang cukup ketat, yakni melalui JARVIS (Jalur Penerimaan Vokasi Industri) yang rutin diadakan setiap tahun. Siswa yang diterima, melaksanakan kegiatan belajar menggunakan kurikulum yang sudah diselaraskan dengan kebutuhan industri, yakni praktik 60% dan teori 40%.
“Berdasarkan testimoni yang disampaikan industri, lulusan SMK-SMAK Bogor memiliki kompetensi lebih dari cukup untuk menghadapi dunia industri. Bahkan, masih unggul dibandingkan lulusan D3. (Mereka) dapat beradaptasi dengan cepat terkait bidang pekerjaannya, serta cepat menerima dan mengeksekusi arahan,” tutup Rusman.
Hal ini selaras dengan komitmen BPSDMI Kemenperin untuk memperkecil competency gap antara dunia industri dan dunia pendidikan. Menurut Kepala BPSDMI Arus Gunawan, sektor industri merupakan salah satu sektor yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, dengan kebutuhan kurang lebih 600 ribu per tahun.
Lihat Juga :