Lulusannya Setara D1 dan Siap Hadapi Dunia Industri, Menperin: SMK-SMAK Bogor Kebanggan

Sabtu, 01 Oktober 2022 - 06:17 WIB
loading...
Lulusannya Setara D1...
Keunggulan SMK-SMAK Bogor di bawah naungan Badan Pengembangan SDM Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yakni memiliki kompetensi setara Diploma 1 atau D1. Foto/Dok
A A A
BOGOR - Berbeda dengan SMK lain yang umumnya hanya menyediakan program pendidikan setara SMK, SMK-SMAK atau Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor memiliki kompetensi setara Diploma 1 atau D1. Inilah salah satu keunggulan SMK-SMAK Bogor di bawah naungan Badan Pengembangan SDM Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) .

“Pendidikan di SMK-SMAK Bogor diselenggarakan empat tahun, sehingga kompetensinya setara D1, bahkan lebih karena yang dipelajari sebagian besar adalah mata pelajaran di tingkat perguruan tinggi,” jelas Wakil Manajemen Mutu SMK-SMAK Bogor, Rusman kepada media, Jumat (30/9/2022).

Baca Juga: Pentingnya Menanamkan Jiwa Kewirausahaan pada Siswa SMK

Program pendidikan D1 sendiri, merupakan program pendidikan yang memiliki masa belajar paling singkat dibandingkan program diploma lain. SMK yang dapat mengeluarkan program setara D1 hanya SMK yang memenuhi syarat dan kualitas dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

Selain program setara D1, SMK yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat ini menduduki peringkat pertama SMK berdasarkan nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang dirilis Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) selama 3 tahun berturut-turut, pada 2022, 2021 dan 2020.

“Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran SDM, Sarana Prasarana, Sistem PPDB, dan kurikulum. Tenaga pendidik SMK-SMAK Bogor umumnya lulusan PTN ternama seperti UI, IPB, ITB, UG, UNPAD, ITS, dan PTN lain. Sarana prasarana lengkap sesuai dengan tuntutan industri, raw material dari siswanya sangat selektif melalui jalur JARVIS Prestasi, Bersama dan Mandiri,” jelasnya.

Baca Juga: Lulusan SMK Banyak Menganggur, Pegiat Pendidikan Berikan Solusinya

Rusman mengatakan, siswa di SMK-SMAK Bogor telah melewati seleksi yang cukup ketat, yakni melalui JARVIS (Jalur Penerimaan Vokasi Industri) yang rutin diadakan setiap tahun. Siswa yang diterima, melaksanakan kegiatan belajar menggunakan kurikulum yang sudah diselaraskan dengan kebutuhan industri, yakni praktik 60% dan teori 40%.

“Berdasarkan testimoni yang disampaikan industri, lulusan SMK-SMAK Bogor memiliki kompetensi lebih dari cukup untuk menghadapi dunia industri. Bahkan, masih unggul dibandingkan lulusan D3. (Mereka) dapat beradaptasi dengan cepat terkait bidang pekerjaannya, serta cepat menerima dan mengeksekusi arahan,” tutup Rusman.

Hal ini selaras dengan komitmen BPSDMI Kemenperin untuk memperkecil competency gap antara dunia industri dan dunia pendidikan. Menurut Kepala BPSDMI Arus Gunawan, sektor industri merupakan salah satu sektor yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, dengan kebutuhan kurang lebih 600 ribu per tahun.

“Keberadaan SDM menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri, sehingga pendidikan setara D1 dilaksanakan sebagai wujud nyata kerjasama antara pemerintah, institusi pendidikan, dan dunia industri,” jelas Arus.

Sebelumnya, 1 September 2022, Menteri Perindustrian atau Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita juga meninjau kegiatan belajar mengajar di unit pendidikan tersebut. “SMK-SMAK Bogor merupakan kebanggaan. Bukan hanya bagi Kementerian Perindustrian, tapi juga bagi Republik Indonesia sebagai salah satu SMK terbaik di Indonesia,” ujar Menperin saat itu.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Program Pelatihan Vokasi...
Program Pelatihan Vokasi buat Tamatan SMK/SMA Dibuka! Kuotanya 70 Ribu, Uang Saku Rp20 Ribu/Hari
Beban Biaya Perawatan...
Beban Biaya Perawatan Tinggi, Jumlah Pesawat Beroperasi di RI Kian Menyusut
Wamenperin Jajaki Investasi...
Wamenperin Jajaki Investasi di Rusia, dari Nuklir hingga Industri Halal
Purbaya Percepat Seleksi...
Purbaya Percepat Seleksi Rekrutmen Pegawai Bea Cukai Jadi Akhir April 2026, Lulusan SMA Merapat!
Produksi Pick-Up Lokal...
Produksi Pick-Up Lokal Tembus 1 Juta Unit, Potensi Ekonomi Bisa Capai Rp27 Triliun!
Business & Legal Outlook...
Business & Legal Outlook 2026 Soroti Strategi Bertahan dan Tumbuh di Tengah Tekanan Ekonomi
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
Link Daftar Pelatihan...
Link Daftar Pelatihan Vokasi Nasional 2026 untuk Lulusan SMA/SMK, Cek Benefitnya
Rekrutmen KAI 2026 untuk...
Rekrutmen KAI 2026 untuk Lulusan SMA Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftarnya
Rekomendasi
Thariq Halilintar dan...
Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Terkait Kasus Hanania Travel
Solusi Tepat Menghadapi...
Solusi Tepat Menghadapi Situasi Mendadak dalam Perjalanan Bisnis
Ruben Onsu Buka Suara...
Ruben Onsu Buka Suara soal Video Viral Thalia Onsu, Singgung Pengaruh Lingkungan Anak
Berita Terkini
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved