Bijak Bermedia Sosial, Perbanyak Produksi Konten Positif di Era Digital

Sabtu, 01 Oktober 2022 - 23:23 WIB
loading...
Bijak Bermedia Sosial,...
Ilustrasi content creator. Foto/pexels/ron iach
A A A
JAKARTA - Hadirnya teknologi digital mendorong manusia bermigrasi menjadi masyarakat digital. Banyak aktivitas yang kini melibatkan ruang digital.

Pengguna internet dan media sosial (medsos) pun bukan hanya orang tua dan dewasa, melainkan juga remaja dan anak-anak.

Memiliki kecakapan digital menjadi kebutuhan semua pengguna dari segala usia, agar dampak negatif dari internet dan media sosial dapat ditekan.

Merujuk data terbaru Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai 210 juta atau 77% dari populasi penduduk.

Berdasarkan data Hootsuite dan We Are Social bulan Februari 2022, penggunaan internet dan medsos di Indonesia berkisar 8 jam 36 menit per orang per hari. Untuk medsos saja berkisar rata-rata 197 menit alias lebih dari 3 jam dalam sehari. Artinya, interaksi di ruang digital sedemikian intens.

Dalam webinar bertema “Cerdaskan Generasi Muda dengan Bijak Bermedia Sosial” di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (29/9), Pengurus RTIK Provinsi Bali bidang Komunikasi Publik I Wayan Adi Karnawa mengatakan, dalam ruang digital, pengguna berinteraksi dengan orang dari berbagai latar belakang kultur. Interaksi tersebut menciptakan standar baru.

Di ruang digital pula, pengguna saling berkolaborasi. Maka, segala aktivitas di ruang digital ini memerlukan etika digital, yang mana ruang lingkupnya meliputi kesadaran, integritas, tanggung jawab, dan kebajikan.

Menghindari memproduksi ataupun menyebarkan konten-konten negatif merupakan salah satu netiket yang perlu diterapkan saat bermedia sosial.

Berdasarkan UU ITE, konten negatif ini meliputi konten yang melanggar kesusilaan, perjudian, pencemaran nama baik, pemerasan, berita bohong, dan ujaran kebencian.

“Tindakan etis jika menemui konten negatif, pertama analisis konten negatif. Lalu, verifikasi konten negatif, tidak perlu mendistribusikan,” ujarnya, dikutip Sabtu (1/10/2022).

Baca juga: Nilai Ekonomi Digital RI Ditargetkan Capai Rp1.831 Triliun di 2025

Seiring tren pembuatan konten oleh para content creator, baik yang amatiran maupun yang professional, Wayan mengingatkan untuk memproduksi hanya konten positif dan bermanfaat bagi orang lain. “Internet merupakan anugerah, namun bisa menjadi bencana jika tanpa etika,” tandasnya.

Social Media Officer Goodnews from Indonesia Ni Putu Ruslina Darmayanthi menambahkan, data BPS 2021 menunjukkan bahwa generasi muda mendominasi pengguna media sosial, dengan sebaran Gen Z (28 persen), Milenial (26 persen), dan Gen x (22 persen).

Sebagai perbandingan, pengguna boomers dan Alpha masing-masing hanya 11 persen. Sebagian besar perilaku Gen Z mengakses internet untuk tujuan hiburan, komunikasi/komunitas.

Menurut dia, banyaknya informasi di media digital perlu disaring dengan kecakapan digital, memilah mana konten positif dan mana konten negatif. Perlu dipahami juga bahwa ada konsekuensi hukum dalam setiap aktivitas di internet.

“Produksi hanya konten positif di media digital. Caranya kenali target, konten kuat, kuasai aplikasi pengolah gambar/video, komunikasi dua arah, konsisten, dan kolaborasi,” urainya.

Baca juga: MNC Pictures Jalin Kerjasama dengan Ideaconcert dalam Distribusi Konten

“Yang paling penting adalah hati-hati dengan media digital. Selalu waspada dan bijak. Jangan sampai apa yang kamu dapatkan dan sebarkan di internet malah jadi bumerang. Kita bebas berekspresi, tapi jangan kelewatan,” imbuh Ni Putu.

Anggota Mafindo Pontianak sekaligus dosen Fisip Untan Syarifah Ema Rahmaniah menuturkan, penerapan wawasan kebangsaan di ruang digital dapat menghindarkan pengguna dari kasus-kasus ‘kebablasan’ berekspresi sehingga berpotensi tersandung hukum. Dia pun menegaskan para orang tua dan guru perlu memberikan pemahaman kepada anak sejak dini tentang literasi digital.

“Tanamkan nilai dan norma-norma baik pada anak, ajak anak-anak melihat konten positif seperti penggalangan dana untuk musibah kemanusiaan, atau konten-konten produktif yang menghasilkan. Tunjukkan pula konten-konten negatif yang harus dihindari,” tandasnya.

Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif di era industri 4.0.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
Jembatan Brand dan Konsumen...
Jembatan Brand dan Konsumen di Era Digital, Belicept Hadir sebagai Official Collaboration Store
Peluang Investasi Startup...
Peluang Investasi Startup di Era Tech Winter
ICC Unsoed 2026, Mahasiswa...
ICC Unsoed 2026, Mahasiswa Diingatkan Risiko Pinjol Ilegal hingga Pentingnya Literasi Digital
Baru 27% Pekerja RI...
Baru 27% Pekerja RI Punya Keterampilan Digital, Menaker: Jauh di Bawah Standar Global
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Rekomendasi
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved