Watsons Kurangi Sampah Plastik dan Dukung Sawit Berkesinambungan
Sabtu, 04 Juli 2020 - 09:42 WIB
loading...
A
A
A
Dengan inisiatif berpartisipasi dalam New Plastics Economy Global Commitment, Watsons akan mengurangi penggunaan plastik yang tidak diperlukan dalam membantu menanggulangi polusi plastik tepat pada sumbernya.
Dalam membantu mengatasi persoalan serius dari polusi microplastic, pada 2014, A.S. Watsons telah melarang penggunaan microplastic pada produk Own Brand termasuk pada produk kosmetik pembersih wajah/produk perawatan pribadi yang berbentuk scrub. Larangan ini diperluas pada seluruh produk Own Brand lainnya serta merek produk yang dijual di semua gerai pada Januari 2020.
Watsons Hong Kong meluncurkan Plastic Container Recycling Programme pada 2015 untuk mengumpulkan wadah plastik personal care maupun botol air minum kemasan di seluruh gerai untuk membantu konsumen lebih proaktif dalam langkah-langkah melindungi lingkungan.
Sementara Watsons Filipina menyediakan paper bag sebagai salah satu alternatif kantong plastik. Watsons Thailand juga bekerja sama dalam mengurangi penggunaan kantong plastik dan menjalankan No Bag Day Campaign on the 4th setiap bulannya dimana pelanggan yang sudah terdaftar sebagai member dan tidak menggunakan kantong plastik akan menerima bonus poin atas penghargaan telah ikut berpartisipasi dalam Watsons green movement.
Sedangkan Watsons Indonesia telah menerapkan larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai pada seluruh gerai Watsons yang tersebar di Indonesia sesuai dengan peraturan pemerintah. Ditambah serta menyediakan cassava bag yaitu pengganti kantong plastik konvensional, terbuat dari resin alami yang berasal dari 98% pati tapioka, 1% minyak nabati, dan 1% biopolimer alami yang dapat dikomposkan dan dapat dikonsumsi oleh mikro-organisme dalam tanah.
Selain itu Watsons Indonesia juga menyediakan berbagai pilihan tas belanja yang bisa dipakai berulang kali berbahan dasar non-woven, kanvas dan parasut. Dalam hal kemasan produk-produk Own Brand, dengan Watsons telah terdaftar dalam New Plastic Economy Commitment, Watsons berkomitmen akan Menghilangkan penggunaan plastik yang tidak diperlukan dengan menghindari over-packaging dan mengurangi PVC, dengan larangan menyeluruh atas PVC pada 2030.
Dalam membantu mengatasi persoalan serius dari polusi microplastic, pada 2014, A.S. Watsons telah melarang penggunaan microplastic pada produk Own Brand termasuk pada produk kosmetik pembersih wajah/produk perawatan pribadi yang berbentuk scrub. Larangan ini diperluas pada seluruh produk Own Brand lainnya serta merek produk yang dijual di semua gerai pada Januari 2020.
Watsons Hong Kong meluncurkan Plastic Container Recycling Programme pada 2015 untuk mengumpulkan wadah plastik personal care maupun botol air minum kemasan di seluruh gerai untuk membantu konsumen lebih proaktif dalam langkah-langkah melindungi lingkungan.
Sementara Watsons Filipina menyediakan paper bag sebagai salah satu alternatif kantong plastik. Watsons Thailand juga bekerja sama dalam mengurangi penggunaan kantong plastik dan menjalankan No Bag Day Campaign on the 4th setiap bulannya dimana pelanggan yang sudah terdaftar sebagai member dan tidak menggunakan kantong plastik akan menerima bonus poin atas penghargaan telah ikut berpartisipasi dalam Watsons green movement.
Sedangkan Watsons Indonesia telah menerapkan larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai pada seluruh gerai Watsons yang tersebar di Indonesia sesuai dengan peraturan pemerintah. Ditambah serta menyediakan cassava bag yaitu pengganti kantong plastik konvensional, terbuat dari resin alami yang berasal dari 98% pati tapioka, 1% minyak nabati, dan 1% biopolimer alami yang dapat dikomposkan dan dapat dikonsumsi oleh mikro-organisme dalam tanah.
Selain itu Watsons Indonesia juga menyediakan berbagai pilihan tas belanja yang bisa dipakai berulang kali berbahan dasar non-woven, kanvas dan parasut. Dalam hal kemasan produk-produk Own Brand, dengan Watsons telah terdaftar dalam New Plastic Economy Commitment, Watsons berkomitmen akan Menghilangkan penggunaan plastik yang tidak diperlukan dengan menghindari over-packaging dan mengurangi PVC, dengan larangan menyeluruh atas PVC pada 2030.
Lihat Juga :