Kalah Harga oleh Tengkulak, Serapan Beras Bulog Tak Maksimal

Rabu, 05 Oktober 2022 - 16:46 WIB
loading...
Kalah Harga oleh Tengkulak,...
Serapan beras oleh Bulog dinilai tak maksimal. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Sejumlah kalangan menilai, serapan beras Bulog belum maksimal. Salah satu penyebabnya karena besaran harga pokok penjualan (HPP) kurang bersaing.

Baca juga: Soal Penimbunan Beras di Jawa Timur, Buwas Bilang Begini!

“Bulog sebaiknya tidak bergantung pada HPP dalam menyerap beras ,” jelas peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Azizah Fauzi, Rabu (5/10/2022).

Azizah menyebut, pemerintah perlu mengevaluasi besaran HPP dengan melihat realitanya, apakah besaran masih sesuai dengan keadaan. Selama ini HPP selalu lebih rendah daripada harga yang ditentukan oleh tengkulak.

Kemudian, faktor yang juga perlu diperhatikan adalah kurang efisiennya proses produksi sehingga harga beras domestik mahal. Namun, dalam jangka panjang, lemahnya penyerapan beras Bulog ini lagi-lagi berpotensi terjadi karena harga di tahun mendatang pasti akan berbeda dan perlu pembaruan berkala.

“Ada faktor-faktor yang mengakibatkan adanya perubahan harga seperti inflasi, biaya transportasi, dan perubahan margin keuntungan petani yang meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi dunia juga menyebabkan kenaikan harga gas yang berdampak pada harga pupuk, belum lagi harga bahan bakar yang juga meningkat” tambahnya.

Harga pembelian beras oleh Bulog kini berada di Rp8.800 per kilogram. Sementara itu, data Food Monitor CIPS menunjukkan harga beras kualitas medium di Indonesia sendiri sudah sejak lama konsisten lebih tinggi daripada harga beras internasional.

Harga domestik stabil sepanjang tahun 2021, berkisar antara Rp11.450 hingga Rp11.650 (USD 0,84) per kilogram. Meski demikian, harga grosir beras kualitas menengah lebih tinggi dari rata-rata harga internasional sebesar 89,74%.

Baca juga: Jumat, Baim Wong dan Paula Diperiksa Terkait Prank Laporan KDRT

Kehadiran pelaku swasta dalam penyerapan beras dapat menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan terkait penyerapan beras. Kehadiran swasta dapat memunculkan kompetisi yang akan mendorong adanya perbaikan kualitas.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
BRI Salurkan KUR Rp65,95...
BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun, Jangkau 558.000 Petani dan 23.000 Nelayan
Cadangan Beras RI Sentuh...
Cadangan Beras RI Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Capai 5,37 Juta Ton
Dampak Perang Iran,...
Dampak Perang Iran, Harga Beras Asia Cetak Rekor Tertinggi dalam Dua Tahun
Dorong Ketahanan Pangan,...
Dorong Ketahanan Pangan, Asuransi Jasindo Gelar Program Pengembangan Beras Sehat di Karawang
Harga Tepung Beras Melonjak,...
Harga Tepung Beras Melonjak, Pelaku UMKM Kini Tertekan
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran:...
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran: Program Perhutanan Sosial Jangkau 2 Juta Keluarga Petani
Kolaborasi Bulog Cirebon...
Kolaborasi Bulog Cirebon dan Pemda Jaga Inflasi di Tengah Ketidakpastian Global
Polinema Bantu Petani-UMKM...
Polinema Bantu Petani-UMKM Melon Blitar Go Digital dan Hemat Energi
Rekomendasi
Konser Reuni BTS di...
Konser Reuni BTS di Busan Molor 75 Menit, HYBE Minta Maaf dan Jelaskan Penyebabnya
Juan Persia Vanesya...
Juan Persia Vanesya Siapkan Mental dan Bahasa Inggris untuk Audisi Miss Indonesia 2026
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved