Harga Tepung Beras Melonjak, Pelaku UMKM Kini Tertekan

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:36 WIB
loading...
Harga Tepung Beras Melonjak,...
Kenaikan harga tepung beras berimbas pada para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) seperti industri kue rumahan dan kue tradisional. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kenaikan harga tepung beras berimbas pada para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) seperti industri kue rumahan dan kue tradisional. Sejumlah pelaku usaha akhirnya terpaksa menaikkan harga, mengecilkan ukuran kue, bahkan sampai harus berhenti berproduksi.

Selama ini kebutuhan bahan baku tepung beras industri dipenuhi dari beras pecah impor karena harganya relatif lebih murah. Namun adanya kebijakan penghentian impor beras untuk kebutuhan konsumsi maupun industri, produsen tepung beras kini beralih menggunakan beras pecah lokal yang harganya lebih tinggi.

Pelaku usaha penggilingan padi mengaku, harga beras pecah lokal saat ini berada di kisaran Rp10.000-Rp11.000 per kg. Harga tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan harga beras pecah impor yang tercatat dalam data perdagangan internasional.

Baca Juga: Mengenal 4 Jenis Tepung Terbaik untuk Membuat Kue

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) sektor ekspor-impor, harga beras pecah impor per Desember 2025, berada pada kisaran USD0,341-0,365 atau setara Rp5.737-Rp6.141 per kg.



Pemilik penggilingan UD Sekar Putri, Riyanto Jokonur di Klaten, Jawa Tengah, mengatakan bahwa ia menjual beras pecah broken 1 dengan harga Rp11.000 per kg. “Broken satu kualitasnya paling bagus dari beras premium. Beras ini kita stok dan dijual ke pabrik-pabrik tepung,” katanya.

Sedangkan Midi Iswanto, pemilik penggilingan di Lampung Selatan, mengungkapkan bahwa beras pecah di wilayah Lampung umumnya dijual dengan harga di bawah Rp11.000 per kg.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Indonesia Buka Peluang...
Indonesia Buka Peluang Ekspor 10.000 Ton Beras ke Singapura
Siap Naik Kelas! Simak...
Siap Naik Kelas! Simak Formula Marketing Digital Terbaru Khusus UMKM dan Korporasi
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Lewat Asia Grassroots...
Lewat Asia Grassroots Forum, Kesehatan Finansial Jadi Babak Baru Inklusi Keuangan Bagi Akar Rumput
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Sinara Fest 2026 NTB...
Sinara Fest 2026 NTB Wujud Dukungan BPDP Terhadap Ketahanan Pangan dan UMKM
Rekomendasi
Dilaporkan Balik Oleh...
Dilaporkan Balik Oleh Penyanyi Muda Syahravi, Begini Tanggapan Fariz RM
MUI Siapkan Naskah Akademik...
MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LBGT, DPR Janji Tindak Lanjuti
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Berita Terkini
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
Nasib Apes Uni Eropa,...
Nasib Apes Uni Eropa, Terancam Kehilangan Pasokan AS usai Tinggalkan Gas Rusia
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved