Perdalam Pemahaman Wartawan Ekonomi, BRI dan Dewan Pers Gelar Pelatihan Jurnalisme Perbankan

Sabtu, 08 Oktober 2022 - 10:36 WIB
loading...
Perdalam Pemahaman Wartawan Ekonomi, BRI dan Dewan Pers Gelar Pelatihan Jurnalisme Perbankan
Pentingnya wartawan ekonomi memiliki pemahaman mendalam terkait bidangnya seperti perbankan ditekankan dalam pelatihan jurnalistik BRI Media Engagement Jurnalisme Perbankan Di Era Transformasi. Foto/Dok
A A A
MEDAN - Pentingnya wartawan ekonomi memiliki pemahaman mendalam terkait bidangnya seperti perbankan ditekankan dalam pelatihan jurnalistik ' BRI Media Engagement Jurnalisme Perbankan Di Era Transformasi' di Hotel Grand Mercure Medan, Jumat (7/10/2022).

Baca Juga: Sertifikasi Wartawan Kewenangan Dewan Pers

Dalam pelatihan ini, wartawan ekonomi tidak hanya dituntut punya kemampuan jurnalistik. Saat menyampaikan materinya bertema 'Engagement Pemberitaan di Era Konvergensi Media', Muhammad Agung Dharmajaya mengungkapkan banyaknya berita yang bulat-bulat dari rilis Humas, tanpa mengedit atau mengkonfirmasi lagi.

“Informasi bisa salah, bisa bohong. Tapi, berita tidak boleh salah. Berita yang benar itu dalam prosesnya jelas, dari proses mengolah sampai menyajikan, sehingga hasilnya benar-benar akurat," ujar Wakil Ketua Dewan Pers, Muhammad Agung Dharmajaya.

“Hasilnya hampir semua media, khususnya online menyajikan dalam bentuk yang sama, baik isi bahkan lead. Hanya dibolak-balik saja, dari atas ke bawah atau sebaliknya. Tak banyak perubahan,” terangnya.

Agak berbeda dengan media cetak, lanjut Muhammad Agung Dharmajaya, yang masih longgar waktunya sehingga bisa melakukan konfirmasi atau paling tidak menulisnya agak berbeda dari rilis yang diberikan pihak Humas.

“Itupun terkadang masih sama, kecuali melakukan investigasi khusus. Untuk berita investigasi, saat ini jarang terjadi kecuali majalah. Kini banyak sekali media online, kalau penyajian beritanya beragam alangkah baiknya,” tuturnya.

Baca Juga: Dirut BRI Bocorkan Visi Pengembangan BRI Group di Masa Depan

Muhammad Agung Dharmajaya menambahkan, hal yang sering dilanggar wartawan adalah tidak melakukan kegiatan jurnalistik dan tidak menggunakan credible source. “Kerja jurnalistik bukan kerja Humas, pastikan harus konfirmasi lagi,” tegasnya.

Dia menyebut, wartawan kerap kali memanfaatkan media sosial sebagai sumber berita. Padahal, menelan bulat-bulat informasi dari media sosial berisiko terhadap akurasi berita yang disajikan.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2688 seconds (11.97#12.26)