Wall Street Dibuka Naik Iringi Optimisme Investor atas Laporan Keuangan Kuartal III
Senin, 10 Oktober 2022 - 23:58 WIB
loading...
Memasuki awal pekan, tiga indeks Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Senin (10/10/2022). Ilustrasi foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Memasuki awal pekan, tiga indeks Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Senin (10/10). Hal ini seiring optimisme pasar memasuki periode laporan keuangan perusahaan pada kuartal III/2022.
Dow Jones Industrial Average (DJI) terpantau naik 0,45% di 29.429,54, S&P 500 (SPX) menguat 0,31% di 3.650,95, sedangkan Nasdaq Composite (IXIC) tumbuh 0,08% di 10.660,69. Komponen saham teraktif diperdagangkan di bawah SPX antara lain Ford Motor, Tesla, dan AMD.
Tiga top gainers ditempati oleh Merck&Co menguat 4,11%, Fortinet naik 2,47%, dan Kraft Heinz tumbuh 3,51%, sedangkan top losers diduduki oleh Ford Motor turun 7,30%, Wynn Resorts merosot 6,73%, dan Las Vegas Sands tertekan 5,99%.
Baca juga: Sosok Novita Kurnia Putri, Ibunda Cerita Ada Hal Aneh Sebelum Penembakan Brutal di Amerika
Sebagai catatan, kenaikan malam ini merupakan rebound indeks, setelah sebelumnya merosot cukup tajam pada Jumat lalu (7/10) menyusul laporan pekerjaan terbaru yang membuka peluang bagi Federal Reserve atau The Fed untuk mengerek suku bunga secara agresif sekaligus mengancam Amerika Serikat (AS) masuk dalam resesi.
Dow Jones Industrial Average (DJI) terpantau naik 0,45% di 29.429,54, S&P 500 (SPX) menguat 0,31% di 3.650,95, sedangkan Nasdaq Composite (IXIC) tumbuh 0,08% di 10.660,69. Komponen saham teraktif diperdagangkan di bawah SPX antara lain Ford Motor, Tesla, dan AMD.
Tiga top gainers ditempati oleh Merck&Co menguat 4,11%, Fortinet naik 2,47%, dan Kraft Heinz tumbuh 3,51%, sedangkan top losers diduduki oleh Ford Motor turun 7,30%, Wynn Resorts merosot 6,73%, dan Las Vegas Sands tertekan 5,99%.
Baca juga: Sosok Novita Kurnia Putri, Ibunda Cerita Ada Hal Aneh Sebelum Penembakan Brutal di Amerika
Sebagai catatan, kenaikan malam ini merupakan rebound indeks, setelah sebelumnya merosot cukup tajam pada Jumat lalu (7/10) menyusul laporan pekerjaan terbaru yang membuka peluang bagi Federal Reserve atau The Fed untuk mengerek suku bunga secara agresif sekaligus mengancam Amerika Serikat (AS) masuk dalam resesi.
Lihat Juga :