Pasar Modal Masih Dibayangi Peningkatan Kasus Covid-19

Senin, 06 Juli 2020 - 05:34 WIB
loading...
Pasar Modal Masih Dibayangi...
Pasar modal Indonesia diwarnai sentimen positif data ekonomi, tetapi perpanjangan PSBB transisi jadi indikasi bahwa kita belum mampu memenuhi aturan WHO untuk pelongaran PSBB seperti di Negara lain. Foto/SINDO Photo
A A A
JAKARTA - Direktur Investama Hans Kwee menilai pasar Indonesia diwarnai sentimen positif data ekonomi, tetapi perpanjangan PSBB transisi sebenarnya indikasi bahwa kita belum mampu memenuhi aturan WHO untuk pelongaran PSBB seperti di Negara lain. Hal ini dikarenakan masalah kesehatan menjadi kendala utama ekonomi Indonesia.

"IHSG kami perkirakan berpeluang konsolidasi melemah dengan support di level 4.885 sampai 4.712 dan resistance di level 5.000 sampai 5.139," ujar Hans Kwee di Jakarta.

(Baca Juga: Tingkatkan Pengawasan, OJK Bangun Pasar Modal yang Bersih )

Sedangkan, Indeks Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq menutup kuartal kedua tahun 2020 dengan kanaikan dan termasuk rekor kenaikan. Hal ini terjadi di tengah pandemi covid-19 yang masih terus naik.

Terdapat perbaikan data tenaga kerja di Amerika Serikat seiring pelongaran lockdown yang dilakukan. Pelaku pasar mulai kuatir kenaikan kasus virus corona baru di AS dapat menghapus kenaikan lapangan kerja pada musim panas ini.

"Lonjakan kasus Covid-19 membayangi pembukaan ekonomi. Pelaku pasar perlu memperhatikan pernyataan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia, Tedros Adhanom Ghebreyesus, bahwa yang terburuk belum datang dalam kasus pandemi Covid-19," katanya.

(Baca Juga: Sepekan, Nilai Kapitalisasi Pasar Modal Indonesia Naik 1,46% )

Dia mengatakan beberapa Negara bagian AS melakukan penundaan pembukaan ekonomi akibat kenaikan kasus covid-19 yang meningkat. Menimbulkan kekhawatiran gangguan ekonomi. Perkembangan vaksin akan menjadi sentimen positif pasar.

Adapun, pelaku pasar akan memperhatikan potensi perang dagang AS dan China menyusul lebih dari 75 anggota Kongres AS mengirim surat mendesak Presiden Donald Trump untuk mengambil keputusan resmi terhadap China akibat kekejaman yang terjadi atas kaum Muslim Uighur.

"Langkah Trump dan respons pemerintah China akan mempengaruhi pergerakan pasar. Aktifitas bisnis china membaik terutama akibat permintaan dalam negeri yang membaik di tengah permintaan luar negeri yang lemah. Ini jadi sentiment positif pasar," ungkapnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
Naik 2,07%, IHSG Balik...
Naik 2,07%, IHSG Balik Lagi ke Level 6.000-an
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Rekomendasi
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Brasil vs Maroko: Misi...
Brasil vs Maroko: Misi Selecao Akhiri Dahaga Gelar Dimulai
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved