Teken MoU, PTPP Garap Pengembangan Kawasan Industri Batang
Senin, 06 Juli 2020 - 07:50 WIB
loading...
A
A
A
Kawasan Industri Batang direncanakan memiliki fasilitas antara lain sarana olahraga, command center, pemadam kebakaran, sarana peribadatan, dan rumah sakit. Selain itu, kawasan ini juga memiliki visi untuk mempromosikan ekonomi kreatif, industri, teknologi informasi, serta ruang berinovasi bagi masyarakat.
Kawasan Industri Batang direncanakan memiliki ruang terbuka hijau, ruang interaksi dan ramah pejalan kaki, di mana memiliki konsep perencanaan dengan pendekatan desain dari sebelumnya kota industri konvensinal dengan konsep zonasi guna lahan, menjadi kota industri baru dengan mempromosikan fungsi campuran, dan kemudahan berjalan kaki. (Baca juga: Ahli Epidimiologi: Haruskah Covid-19 Menang?)
Kawasan Industri Batang juga memiliki beberapa keunggulan, antara lain terletak di sisi utara tol Trans-Jawa yang dapat mempermudah akses ke kawasan industri, dilalui jalur kereta api dan berpotensi menjadi dry port, berbatasan langsung dengan pantai utara Jawa, dan akan dibuat Transit Oriented Development oleh Pemerintah Kabupaten Batang.
Selain itu, Kawasan Industri Batang memiliki lokasi yang strategis yang dapat ditempuh dengan waktu 4 jam dari Jakarta, 1 jam dari Semarang, berjarak 50 km dari Bandara Ahmad Yani, dan 65 km dari Pelabuhan Tanjung Mas. (Lihat videonya: Nekat Tiktokan di Jembatan Suramadu, Tiga Emak-emak Harus Berurusan dengan Polisi)
“Kita lebih menata dari konsep bisnisnya, kemudian desainnya, dan bagaimana hal tersebut dapat menarik minat investor. Kita harus membuat diferensiasi dengan area industri yang lain karena area industri di sini dan Indonesia cukup banyak. Kita juga harus menarik investor asing supaya mereka tidak pindah ke negara lain karena Indonesia punya kelebihan. Kita harus siap berkompetisi membuat diferensiasi,” pungkasnya. (Heru Febrianto)
Kawasan Industri Batang direncanakan memiliki ruang terbuka hijau, ruang interaksi dan ramah pejalan kaki, di mana memiliki konsep perencanaan dengan pendekatan desain dari sebelumnya kota industri konvensinal dengan konsep zonasi guna lahan, menjadi kota industri baru dengan mempromosikan fungsi campuran, dan kemudahan berjalan kaki. (Baca juga: Ahli Epidimiologi: Haruskah Covid-19 Menang?)
Kawasan Industri Batang juga memiliki beberapa keunggulan, antara lain terletak di sisi utara tol Trans-Jawa yang dapat mempermudah akses ke kawasan industri, dilalui jalur kereta api dan berpotensi menjadi dry port, berbatasan langsung dengan pantai utara Jawa, dan akan dibuat Transit Oriented Development oleh Pemerintah Kabupaten Batang.
Selain itu, Kawasan Industri Batang memiliki lokasi yang strategis yang dapat ditempuh dengan waktu 4 jam dari Jakarta, 1 jam dari Semarang, berjarak 50 km dari Bandara Ahmad Yani, dan 65 km dari Pelabuhan Tanjung Mas. (Lihat videonya: Nekat Tiktokan di Jembatan Suramadu, Tiga Emak-emak Harus Berurusan dengan Polisi)
“Kita lebih menata dari konsep bisnisnya, kemudian desainnya, dan bagaimana hal tersebut dapat menarik minat investor. Kita harus membuat diferensiasi dengan area industri yang lain karena area industri di sini dan Indonesia cukup banyak. Kita juga harus menarik investor asing supaya mereka tidak pindah ke negara lain karena Indonesia punya kelebihan. Kita harus siap berkompetisi membuat diferensiasi,” pungkasnya. (Heru Febrianto)
(ysw)
Lihat Juga :