Pertamina Turunkan Harga Pertalite Rp6.450 per Liter di Denpasar, Ada Apa?

Senin, 06 Juli 2020 - 10:44 WIB
loading...
Pertamina Turunkan Harga...
Pertamina turunkan harga Pertalite di Denpasar, Bali. FOTO/Dok.
A A A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) meluncurkan Program Langit Biru untuk mendukung dan menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih melalui penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang lebih ramah lingkungan . Adapun Provinsi Bali merupakan salah satu daerah yang turut serta dalam mendukung program tersebut.

Region Manager Retail Sales V Pertamina, I Ketut Arya Kumara mengatakan, Program Langit Biru memiliki beberapa poin, antara lain mengajak warga menggunakan BBM Ramah Lingkungan (Pertaseries) dengan memberikan harga diskon untuk Pertalite. Harga khusus tersebut diberikan kepada para pengguna kendaraan bermotor roda dua, roda tiga, angkot plat kuning dan taksi plat kuning. Adapun yang menarik, dalam pembayaran BBM tersebut para konsumen bisa menggunakan alat bayar non tunai, serta Bantuan Bibit Tanaman sebagai upaya mengembangkan budaya menanam untuk kebutuhan pangan sehari hari.

"Dengan program ini kami berharap dapat mengurangi polusi udara dan mengurangi biaya hidup sehari-hari dengan kegiatan menanam tentunya dalam menjalani pandemi Covid-19 ini untuk mengurangi beban masyarakat," ujar Arya, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Senin (6/7/2020).

(BACA JUGA: Dinilai Sudah Saatnya RI Wajibkan BBM RON Tinggi, Ini Alasannya)

Sekretaris Daerah Kota Denpasar, AAN. Rai Iswara menambahkan, Program Langit Biru yang dilaksanakan Pertamina sangat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan, juga meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat dengan mengurangi polusi udara serta mengurangi biaya hidup sehari-hari.

Dalam Program Langit Biru ini Pertamina MOR V Jatimbalinus memberikan harga khusus Pertalite setara harga Premium untuk konsumen di Denpasar. Sehingga harga BBM Peralite dengan RON 90 itu turun menjadi Rp6.450 per liter. Harga khusus tersebut diberikan kepada para pengguna kendaraan bermotor roda dua, roda tiga, angkot plat kuning dan taksi plat kuning. Program ini berlaku di 50 SPBU mulai tanggal 5 Juli 2020 sampai dengan 31 Agustus 2020. Konsumen dapat menggunakan cashless payment untuk kemudahan bertransaksi dengan cepat dan efisien.

Volume konsumsi BBM Perta-Series (Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo) di Provinsi Bali per Juni 2020 sudah mencapai 72% dari total konsumsi BBM Gasoline. Selain itu, total konsumsi Perta-Series di Bali pada bulan Juni 2020 juga meningkat 18% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR V, Rustam Aji, mengatakan, dengan adanya program ini, diharapkan dapat mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan agar mau beralih ke bahan bakar yang lebih baik, rendah emisi sehingga tercipta pengurangan polusi udara dan lingkungan yang sehat minimal dengan melakukan pembelian produk Pertalite.

Rustam menambahkan, masyarakat juga dapat memanfaatkan keuntungan loyalty program dengan menggunakan aplikasi MyPertamina melalui promo lainnya yang sedang berlangsung yaitu cashback 30% maksimal Rp.20.000 per hari untuk pelanggan setia Pertamina yang melakukan pembelian Pertamax, Pertamax Turbo dan Pertamina Dex di seluruh SPBU Pertamina dengan transaksi non tunai menggunakan LinkAja dari aplikasi MyPertamina.

Program ini juga disiapkan sejalan dengan Denpasar Smart City, yang mengedepankan budaya ramah lingkungan dalam lingkup kewilayahannya. Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menyambut positif Program Langit Biru di Denpasar, Bali, karena selaras dengan gagasan Pemprov, Bali Era Baru, dengan mendorong animo masyarakat untuk Work From Bali.

"Mengajak masyarakat yang tidak hanya wisatawan untuk bekerja sambil berlibur dari Bali, dengan suasana yang ramah lingkungan, bebas kantong plastik, dan udara bersih rendah emisi," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pusat Studi Pembangunan Berkelanjutan Universitas Udayana (Unud) Ketut Gede Dharma Putra, Bali kini menghadapi ancaman pencemaran lingkungan hidup, salah satunya kualitas udara. Ia menilai, tingkat pencemaran beberapa kawasan padat lalu lintas di Bali semakin bertambah setiap tahun, seperti Kota Denpasar, Kabupaten Badung, terutama Badung Selatan. Tingkat pencemaran lingkungan yang semakin tinggi ini dikhawatirkan bisa membuat para wisatawan jadi enggan datang ke Bali.

Dia mengatakan, penyumbang terbesar polusi udara di Bali adalah emisi gas buang kendaraan bermotor yang jumlahnya semakin meningkat setiap tahun. Hal ini dikarenakan semakin bertambahnya kendaraan bermotor yang disebabkan sistem transportasi publik tidak berfungsi dengan baik. "Polutan paling besar dari aktivitas transportasi," tandasnya.

Sebagai informasi, polusi udara di Provinsi Bali dinilai mulai mengkhawatirkan. Data terbaru dari www.iqair.com per 3 Juli 2020, tercatat ada dua daerah Bali yang masuk dalam daftar 5 besar daerah dengan kualitas udara terburuk di Indonesia, yakni Kota Ubud dan Kabupaten Badung. "Bila pencemaran udara di Bali makin tak terkendali, dikhawatirkan akan membuat para wisatawan jadi enggan datang ke Bali," tandas dia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
Pertamina dan ERIA Perkuat...
Pertamina dan ERIA Perkuat Kemitraan Strategis di Bidang Transisi Energi
Sokoguru Policy Forum:...
Sokoguru Policy Forum: Bedah Strategi Penguatan Ketahanan dan Transisi Energi Nasional
Pertamina dan Badan...
Pertamina dan Badan Gizi Nasional Sinergikan Minyak Jelantah menjadi Energi Rendah Karbon untuk Bahan Bakar Pesawat
Dari Cilacap, Presiden...
Dari Cilacap, Presiden Prabowo Tegaskan SDA Indonesia Harus Dinikmati Sepenuhnya oleh Rakyat
Harga BBM Pertamina...
Harga BBM Pertamina Masih Sama per 1 April 2026, Berikut Daftar Lengkapnya
Rayakan HUT ke-61, PGN...
Rayakan HUT ke-61, PGN Gelar Sunatan Massal di Seluruh Wilayah Operasional
Kasus Korupsi LNG, Hari...
Kasus Korupsi LNG, Hari Karyuliarto Sebut Vonis 4,5 Tahun Tidak Adil
Dukung Pemerintah Hemat...
Dukung Pemerintah Hemat Energi, Rodalink Ajak Masyarakat Bandung Bersepeda
Rekomendasi
AS vs Paraguay: Tuan...
AS vs Paraguay: Tuan Rumah Unggul Tipis
Sekjen PPP Taj Yasin...
Sekjen PPP Taj Yasin dan Agus Suparmanto Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
Kemenag Buka Beasiswa...
Kemenag Buka Beasiswa INSIGHT Scholarship bagi Mahasiswa Internasional yang Ingin Kuliah di PTKIN
Berita Terkini
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved