Masuk Usia ke-35 Kinerja BRI Life Kian Kinclong: Pendapatan Premi Kuartal III Naik 40%
Senin, 17 Oktober 2022 - 19:48 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu Direktur Pemasaran BRI Life Sutadi menyampaikan, BRILife terus mendorong penetrasi di semua segmen di Bank BRI. Sampai dengan akhir September 2022 pendapatan premi baru ekuivalen yang disetahunkan (APE) mencapai Rp2,45 triliun, bertumbuh 42 % yoy.
Penetrasi produk PIJAR dan AMKKM secara signifikan membantu pencapaian APE BRILife, sehingga dalam 3 bulan terakhir asuransi PIJAR membukukan APE sebesar Rp273 miliar, dan AMKKM dalam 9 bulan sampai dengan akhir September 2022 membukukan APE sebesar Rp609 miliar.
“Saat ini BRI Life sedang mengembangkan pemasaran produk asuransi jiwa melalui BRImo, yang merupakan super apps yang dikembangkan oleh Bank BRI. Proses ini masih dalam tahap awal untuk mendapatkan alur kerja yang memenuhi harapan nasabah BRImo,” kata Sutadi.
Selain itu, BRI Life juga terus mengembangkan pemasaran melalui Agen BRILink dengan menggunakan media EDC Android sebagai tools pemasaran. EDC Android ini merupakan pengembangan yang luar biasa dari tools yang digunakan sebelumnya, yaitu mesin EDC yang secara fisik digunakan oleh Agen BRILink, saat ini jumlahnya mencapai sekitar 580 ribu agen.
Terkait pendapatan premi, Direktur Keuangan BRI Life Lim Chet Ming mengatakan, total GWP (Premi bruto) tumbuh lebih dari 40%, dibanding periode yang sama tahun 2021 menjadi Rp6,9 triliun di tahun 2022. Sampai dengan akhir September 2022, hasil investasi mencapai Rp638,2 miliar, bertumbuh 22% dibandingkan tahun lalu.
“Pertumbuhan ini ditopang oleh portofolio UL yang memberikan hasil investasi atas dana pemegang polis sebesar Rp190,3 miliar, sementara hasil investasi untuk portofolio non-UL mengalami kontraksi karena sebagian besar kami investasikan pada SUN (60%), pasar uang (19%), dan obligasi korporasi yang masuk dalam investment grade (18%), sesuai dengan karakteristik kewajiban yang ada” jelas Lim.
Penetrasi produk PIJAR dan AMKKM secara signifikan membantu pencapaian APE BRILife, sehingga dalam 3 bulan terakhir asuransi PIJAR membukukan APE sebesar Rp273 miliar, dan AMKKM dalam 9 bulan sampai dengan akhir September 2022 membukukan APE sebesar Rp609 miliar.
“Saat ini BRI Life sedang mengembangkan pemasaran produk asuransi jiwa melalui BRImo, yang merupakan super apps yang dikembangkan oleh Bank BRI. Proses ini masih dalam tahap awal untuk mendapatkan alur kerja yang memenuhi harapan nasabah BRImo,” kata Sutadi.
Selain itu, BRI Life juga terus mengembangkan pemasaran melalui Agen BRILink dengan menggunakan media EDC Android sebagai tools pemasaran. EDC Android ini merupakan pengembangan yang luar biasa dari tools yang digunakan sebelumnya, yaitu mesin EDC yang secara fisik digunakan oleh Agen BRILink, saat ini jumlahnya mencapai sekitar 580 ribu agen.
Terkait pendapatan premi, Direktur Keuangan BRI Life Lim Chet Ming mengatakan, total GWP (Premi bruto) tumbuh lebih dari 40%, dibanding periode yang sama tahun 2021 menjadi Rp6,9 triliun di tahun 2022. Sampai dengan akhir September 2022, hasil investasi mencapai Rp638,2 miliar, bertumbuh 22% dibandingkan tahun lalu.
“Pertumbuhan ini ditopang oleh portofolio UL yang memberikan hasil investasi atas dana pemegang polis sebesar Rp190,3 miliar, sementara hasil investasi untuk portofolio non-UL mengalami kontraksi karena sebagian besar kami investasikan pada SUN (60%), pasar uang (19%), dan obligasi korporasi yang masuk dalam investment grade (18%), sesuai dengan karakteristik kewajiban yang ada” jelas Lim.
Lihat Juga :