Jurus-jurus Mengembangkan Bisnis di Media Sosial

Jum'at, 21 Oktober 2022 - 23:04 WIB
loading...
Jurus-jurus Mengembangkan...
Banyak tantangan saat menekuni jual beli lewat media sosial. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Melakukan jual beli daring menggunakan media sosial memang penuh tantangan dan terkadang juga diwarnai tindak kejahatan. Mulai dari barang yang tidak sesuai dengan foto, bahan tidak sesuai yang diinginkan, perbedaan warna, tindak penipuan, barang rusak, hingga pengiriman yang lama.

Baca juga: 8 Media Sosial Buatan China Ini Punya Ratusan Juta Pengguna

Semua itu disampaikan oleh influencer Dyahhakim saat menjadi pembicara pada webinar ”Indonesia Makin Cakap Digital” yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo ) RI untuk komunitas digital di wilayah Bali - Nusa Tenggara, Jumat malam (21/10/2022). Dalam diskusi virtual bertajuk ”Kiat-kiat Mengembangkan Bisnis Menggunakan Media Sosial” itu, Dyahhakim menyebut lima tindakan yang patut diperhatikan untuk mencegah penipuan dalam jual beli di media sosial.

Pertama, baca keterangan produk. Kedua, lihat rating penjual. Ketiga, cek semua media sosial yang digunakan oleh si pelaku bisnis. Keempat, tidak membayar pembelian barang secara langsung, lebih baik menggunakan payment gate way.

”Kelima adalah tidak tergiur hadiah-hadiah yang meminta uang DP,” kata Dyah di hadapan peserta webinar yang juga diikuti secara nobar oleh komunitas digital di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sementara untuk pebisnis atau pedagang di media sosial, Dyahhakim mengungkap sejumlah tips penting untuk mengembangkan bisnis di media sosial. Tips pertama, pilih bisnis yang banyak diminati. Lalu, susun rencana yang tepat, buat tujuan, kemudian membuat konten yang kreatif dan menarik. Berikutnya, barang yang dijual harus berkualitas dan harganya terjangkau.

Tips selanjutnya, jalin hubungan yang baik dengan pelanggan, aktif dan konsisten, menggunakan selebgram untuk melakukan endorsement, dan memilih media sosial yang tepat. Dyahhakim juga menyebut urgensi mengikuti pelatihan digital marketing, kemampuan bersikap jujur dan amanah, serta kemauan menjangkau market yang luas.

”Ditambah dengan kemampuan mengetahui keamanan dalam berbisnis di dunia digital, pelaku bisnis dan pelanggan diharapkan dapat bekerja sama saling menguntungkan, tanpa ada yang harus dirugikan,” tutup Dyahhakim, yang tampil sebagai key opinion leader.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kemenkominfo bekerja sama dengan Siberkreasi dan mitra jejaring lainnya ini diharapkan mampu memberikan panduan kepada masyarakat dalam melakukan aktivitas digital. Kegiatan diagendakan digelar hingga awal Desember nanti.

Sejak diselenggarakan pada 2017, GNLD telah menjangkau 12,6 juta warga masyarakat. Pada tahun 2022, Kominfo menargetkan pemberian pelatihan literasi digital kepada 5,5 juta warga masyarakat.

Pelatihan literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten tersebut selalu membahas setiap tema dari sudut pandang empat pilar utama. Yakni, kecakapan digital, etika digital, keamanan digital, dan budaya digital untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Dari sudut pandang kecakapan digital (digital skill), Wakil Rektor IV Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR Lestari Nurhajati mengatakan, untuk mengembangkan bisnis daring niscaya diperlukan kecakapan digital. ”Kita dapat mencapai kecakapan itu jika tahu dan paham ragam dan perangkat lunak yang menyusun lanskap digital,” tuturnya.

Menurut Lestari setiap kita--terlebih yang aktif berbisnis daring--juga diharapkan bisa mengoptimalkan penggunaan perangkat digital, utamanya perangkat lunak, sebagai fitur proteksi dari serangan siber.

Lebih jauh, anggota Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) ini mengingatkan, para pelaku bisnis di media sosial juga diharapkan mampu menyeleksi dan memverifikasi informasi yang didapatkan serta menggunakannya untuk kebaikan diri dan sesama.

Baca juga: Belasan Prajurit Kopassus Gugur, Misi Rahasia Operasi Naga di Papua Bocor

”Dengan mengenal ekosistem transaksi daring--dompet digital, market place/lokapasar serta transaksi digital--dengan lebih baik, kita bisa terhindar dari kegiatan yang merugikan,” pungkas Lestari Nurhajati.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
ICC Unsoed 2026, Mahasiswa...
ICC Unsoed 2026, Mahasiswa Diingatkan Risiko Pinjol Ilegal hingga Pentingnya Literasi Digital
Purbaya Ungkap Alasan...
Purbaya Ungkap Alasan di Balik Pajak Pedagang Online: Bukan Hanya demi Pendapatan Negara
Dilema Larangan Usia...
Dilema Larangan Usia Medsos: Menyeimbangkan Perlindungan Anak dan Masa Depan Investasi Digital
Transaksi Meningkat,...
Transaksi Meningkat, Ramadan Momentum Tumbuhnya Bisnis Jualan Online
PRISMA Peruri Hadirkan...
PRISMA Peruri Hadirkan Strategi Jitu Agar UMKM Cemerlang di Platform Online
Cegah Penipuan Digital,...
Cegah Penipuan Digital, Danamon Imbau Nasabah Bijak Gunakan Media Sosial
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
3 Kali Jadi Korban Hacker,...
3 Kali Jadi Korban Hacker, Akun Instagram Wardatina Mawa Diretas Lagi
Serangan ke Prabowo...
Serangan ke Prabowo di Medsos Tak Organik, Pengamat Curigai Pola yang Tidak Biasa
Rekomendasi
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved