PNLG Dorong Mitigasi Perubahan Iklim di Wilayah Pesisir
Rabu, 26 Oktober 2022 - 19:12 WIB
loading...
Dampak perubahan iklim menjadi ancaman besar bagi semua lapisan masyarakat terutama di wilayah pesisir. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
TANGERANG - Dampak perubahan iklim menjadi ancaman besar bagi semua lapisan masyarakat. Masyarakat pesisir menjadi golongan yang sangat rentan terdampak abrasi.
Presiden Partnerships in Environmental Management for The Seas of East Asia (PEMSEA) Network of Local Governments (PNLG) Le Quang Nam mengatakan bahwa perubahan iklim dapat menyebabkan abrasi dan ancaman bencana alam seperti angin topan.
Pernyataan tersebut ia sampaikan saat sambutan di acara PNLG Forum 2022 yang digelar di Atria Hotel Gading Serpong, Tangerang.
Pihaknya mengaku mempunyai banyak pengalaman dalam memitigasi perubahan iklim. Menurut dia, abrasi dan munculnya topan selalu disebabkan oleh perilaku dari manusia. "Kita yang berada di pesisir pun paham akan yang terjadi saat ini," kata dia dalam pidatonya, Rabu (26/10/2022).
Baca Juga: Gawat! Gunung Es Antartika Terbelah Dua
Le Quang juga menceritakan bahaya daripada perubahan iklim. Dia sangat menyadari dampak dari perubahan iklim sebagai orang yang hidup di pesisir pantai. Akibat dari perubahan iklim, kata dia, kerap ditemui angin taifun (angin topan) dan meningkatnya erosi di pesisir pantai Da Nang tempat ia bermukim. Karenanya, dia bekerja sama dengan organisasi Asean dalam menanggulangi hal tersebut. "Kita juga buat selter-selter berguna untuk dapat bertahan disebabkan peningkatan taifun," ujarnya.
Presiden Partnerships in Environmental Management for The Seas of East Asia (PEMSEA) Network of Local Governments (PNLG) Le Quang Nam mengatakan bahwa perubahan iklim dapat menyebabkan abrasi dan ancaman bencana alam seperti angin topan.
Pernyataan tersebut ia sampaikan saat sambutan di acara PNLG Forum 2022 yang digelar di Atria Hotel Gading Serpong, Tangerang.
Pihaknya mengaku mempunyai banyak pengalaman dalam memitigasi perubahan iklim. Menurut dia, abrasi dan munculnya topan selalu disebabkan oleh perilaku dari manusia. "Kita yang berada di pesisir pun paham akan yang terjadi saat ini," kata dia dalam pidatonya, Rabu (26/10/2022).
Baca Juga: Gawat! Gunung Es Antartika Terbelah Dua
Le Quang juga menceritakan bahaya daripada perubahan iklim. Dia sangat menyadari dampak dari perubahan iklim sebagai orang yang hidup di pesisir pantai. Akibat dari perubahan iklim, kata dia, kerap ditemui angin taifun (angin topan) dan meningkatnya erosi di pesisir pantai Da Nang tempat ia bermukim. Karenanya, dia bekerja sama dengan organisasi Asean dalam menanggulangi hal tersebut. "Kita juga buat selter-selter berguna untuk dapat bertahan disebabkan peningkatan taifun," ujarnya.
Lihat Juga :