Menyemai Harapan di Masa Suram, UMKM Raup Cuan Ditopang GoFood
Senin, 31 Oktober 2022 - 13:21 WIB
loading...
A
A
A
Cerita lain datang dari Maria Ulfa, single parents di Gang Mawar, Kampung Citayam, Raga Jaya, Bogor. Maria berjuang membesarkan anaknya yang saat ini kelas 5 SD dengan berjualan masakan manado di rumahnya. Sejak ditinggal meninggal suaminya lantaran terkena Covid-19, Maria kudu pandai-pandai mencari nafkah demi dapur tetap mengepul.
Dengan segala keterbatasan, dia menghidupi dirinya dan seorang anaknya dengan keahliannya memasak. Dia melanjutkan hidup tanpa suami dengan memanfaatkan aplikasi GoFood bernama Family Chicken Food sebagai tempat berdagang.
Hobi memasak ditambah keahlian yang diturunkan orang tuanya dengan kekhasan masakan Mando Sulawesi Utara, Maria berhasil menghipnotis lidah masyarakat dari balik teras rumahnya di Gang Mawar, Kampung Citayam, Raga Jaya, Bogor.
Seperti Sabtu (29/10/2022) sore kemarin, ponselnya mengeluarkan bunyi notifikasi. Pesanan datang. Namun Maria tak buru-buru beranjak. Dia tetap duduk menemani anaknya belajar. Ketika seorang driver Gojek datang, barulah dia mengerjakan pesanan itu.
“Saya baru masak setelah pesanan dan pembayaran jelas. Jangan sampai ada orderan fiktif, karena kasihan juga nanti drivernya,” kata perempuan 43 tahun ini.
Maria menuturkan, dulu dia dan suami merintis bisnis kuliner di Pasir Putih Depok. Mengusung nama Warung Ayam Geprek Bunda Rafi, usaha itu bisa dikatakan maju pesat. Ekonomi keluarga juga naik. Namun malang tak dapat ditolak, suami meninggal karena serangan virus Covid.
Kepergian suami jelas memukul kehidupannya. Usaha makanan itu ikut kacau karena dia harus pontang-panting mengurus berbagai keperluan. Tapi Maria tak mau larut terpuruk. Perlahan, dia mulai meniti bisnis rumahan lagi. Tapi kali ini dia tak lagi menyewa tempat.
"Kalau di luar kan harus bayar ruko, padahal belum tahu berapa penghasilannya nanti. Kalau sewa tempat itu juga harus ada yang jaga, belum sanggup," katanya.
Maria pun memutuskan hanya bisnia makanan di rumah. Untuk memperluas promosi dan pasar, aplikasi GoFood menjadi andalan.
"Kita enggak punya toko offline, dagangnya lewat online saja. Jadi harus bagus toko kita. Demi menjaga rating, saat saya ke pasar bawa HP, kalau ada orderan masuk saya pulang agar tetap menjaga reting bagus," jelasnya.
Dia yakin dengan kerja keras dan keikhlasan meniti usaha dari awal, semua masalah akan mampu dihadapi. Dukungan anak semata wayang juga menjadi penyemangat yang tiada tara.
Transformasi UMKM ke Digital
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, saat ini ada 20,2 juta UMKM yang memiliki platform digital di Indonesia. UMKM merupakan penyokong ekonomi Indonesia yang ampuh.
Dengan segala keterbatasan, dia menghidupi dirinya dan seorang anaknya dengan keahliannya memasak. Dia melanjutkan hidup tanpa suami dengan memanfaatkan aplikasi GoFood bernama Family Chicken Food sebagai tempat berdagang.
Hobi memasak ditambah keahlian yang diturunkan orang tuanya dengan kekhasan masakan Mando Sulawesi Utara, Maria berhasil menghipnotis lidah masyarakat dari balik teras rumahnya di Gang Mawar, Kampung Citayam, Raga Jaya, Bogor.
Seperti Sabtu (29/10/2022) sore kemarin, ponselnya mengeluarkan bunyi notifikasi. Pesanan datang. Namun Maria tak buru-buru beranjak. Dia tetap duduk menemani anaknya belajar. Ketika seorang driver Gojek datang, barulah dia mengerjakan pesanan itu.
“Saya baru masak setelah pesanan dan pembayaran jelas. Jangan sampai ada orderan fiktif, karena kasihan juga nanti drivernya,” kata perempuan 43 tahun ini.
Maria menuturkan, dulu dia dan suami merintis bisnis kuliner di Pasir Putih Depok. Mengusung nama Warung Ayam Geprek Bunda Rafi, usaha itu bisa dikatakan maju pesat. Ekonomi keluarga juga naik. Namun malang tak dapat ditolak, suami meninggal karena serangan virus Covid.
Kepergian suami jelas memukul kehidupannya. Usaha makanan itu ikut kacau karena dia harus pontang-panting mengurus berbagai keperluan. Tapi Maria tak mau larut terpuruk. Perlahan, dia mulai meniti bisnis rumahan lagi. Tapi kali ini dia tak lagi menyewa tempat.
"Kalau di luar kan harus bayar ruko, padahal belum tahu berapa penghasilannya nanti. Kalau sewa tempat itu juga harus ada yang jaga, belum sanggup," katanya.
Maria pun memutuskan hanya bisnia makanan di rumah. Untuk memperluas promosi dan pasar, aplikasi GoFood menjadi andalan.
"Kita enggak punya toko offline, dagangnya lewat online saja. Jadi harus bagus toko kita. Demi menjaga rating, saat saya ke pasar bawa HP, kalau ada orderan masuk saya pulang agar tetap menjaga reting bagus," jelasnya.
Dia yakin dengan kerja keras dan keikhlasan meniti usaha dari awal, semua masalah akan mampu dihadapi. Dukungan anak semata wayang juga menjadi penyemangat yang tiada tara.
Transformasi UMKM ke Digital
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, saat ini ada 20,2 juta UMKM yang memiliki platform digital di Indonesia. UMKM merupakan penyokong ekonomi Indonesia yang ampuh.
Lihat Juga :