Ramal Ekonomi Tumbuh 5,2%, Airlangga Optimistis Indonesia Tak Jatuh Ke Jurang Resesi
Senin, 07 November 2022 - 20:24 WIB
loading...
Menko Airlangga Hartarto mengungkapkan, optimismenya bahwa Indonesia tidak akan jatuh ke jurang resesi di tahun 2023 mendatang, begini alasannya. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan, optimismenya bahwa Indonesia tidak akan jatuh ke jurang resesi di tahun 2023 mendatang. Dia mengatakan, saat ini memang ekonomi global saat ini dihadapkan pada ketidakpastian dan tantangan.
Baca Juga: Menjauhi Jurang Resesi Ekonomi
Pertumbuhan global terkoreksi ke bawah sementara inflasi naik ke atas. Kendati demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan III-2022 menunjukkan kinerja impresif.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tahun 2022 telah melebihi pertumbuhan ekonomi sebelum pandemi, atau 2019. Ekonomi Indonesia di triwulan III mencatatkan pertumbuhan impresif, yaitu 5,72%, atau 1,81% secara quarter-to-quarter(qtq), atau secara kumulatif 5,4%," ujar Menko Airlangga dalam Konferensi Pers Capaian Pertumbuhan Ekonomi Triwulan ke-3 di Jakarta, Senin (7/11/2022).
Baca Juga: Menguji Ketangguhan Ekonomi Indonesia
Dia menyebutkan, dengan memperhitungkan berbagai risiko pertumbuhan ekonomi pada 2022, secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi diproyeksikan tetap optimis di 5,2% dan masih bisa menembus angka 5,3% di 2023.
"Berbagai lembaga internasional juga memproyeksikan bahwa pertumbuhan Indonesia di 2023 berada di kisaran 4,7-5,1%. Tahun depan Indonesia diharapkan bisa jauh dari resesi," ungkap Airlangga.
Baca Juga: Menjauhi Jurang Resesi Ekonomi
Pertumbuhan global terkoreksi ke bawah sementara inflasi naik ke atas. Kendati demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan III-2022 menunjukkan kinerja impresif.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tahun 2022 telah melebihi pertumbuhan ekonomi sebelum pandemi, atau 2019. Ekonomi Indonesia di triwulan III mencatatkan pertumbuhan impresif, yaitu 5,72%, atau 1,81% secara quarter-to-quarter(qtq), atau secara kumulatif 5,4%," ujar Menko Airlangga dalam Konferensi Pers Capaian Pertumbuhan Ekonomi Triwulan ke-3 di Jakarta, Senin (7/11/2022).
Baca Juga: Menguji Ketangguhan Ekonomi Indonesia
Dia menyebutkan, dengan memperhitungkan berbagai risiko pertumbuhan ekonomi pada 2022, secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi diproyeksikan tetap optimis di 5,2% dan masih bisa menembus angka 5,3% di 2023.
"Berbagai lembaga internasional juga memproyeksikan bahwa pertumbuhan Indonesia di 2023 berada di kisaran 4,7-5,1%. Tahun depan Indonesia diharapkan bisa jauh dari resesi," ungkap Airlangga.
Lihat Juga :