Bahlil Pastikan Teknologi EBT yang Masuk Indonesia Harus Modern dan Ramah Lingkungan
Jum'at, 11 November 2022 - 12:00 WIB
loading...
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. FOTO/dok.Istimwa
A
A
A
BALI - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia memastikan teknologi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang masuk ke Indonesia harus modern dan ramah lingkungan. Hal tersebut dilakukan demi memastikan ambisi Indonesia mengimplementasikan program dekarbonisasi.
"Kita juga mendorong investasi hilirisasi pada EV, yang mana semuanya harus semua pakai energi baru dan terbarukan," ungkap Bahlil dalam konferensi pers di Nusa Dua Bali Convention Center, Bali, Jumat (11/11/2022).
Baca Juga: Tembus Rp901 Triliun, Realisasi Investasi Non-Migas Lampui Target Jokowi
Bahlil membeberkan salah satu strategi pemerintah dalam mencapai hal itu dengan melarang ekspor produk tambang tertentu. Apalagi, total pemakaian EBT berdasarkan catatannya mencapai 25 persen dari total pemakaian listrik nasional.
Meski mendorong upaya penggunaan energi baru dan terbarukan, namun tidak lantas pemerintah melarang penggunaan batu bara. Sebab, ada beberapa sektor industri yang masih membutuhkan energi tambang tersebut dalam menjalankan usaha.
"Kita juga mendorong investasi hilirisasi pada EV, yang mana semuanya harus semua pakai energi baru dan terbarukan," ungkap Bahlil dalam konferensi pers di Nusa Dua Bali Convention Center, Bali, Jumat (11/11/2022).
Baca Juga: Tembus Rp901 Triliun, Realisasi Investasi Non-Migas Lampui Target Jokowi
Bahlil membeberkan salah satu strategi pemerintah dalam mencapai hal itu dengan melarang ekspor produk tambang tertentu. Apalagi, total pemakaian EBT berdasarkan catatannya mencapai 25 persen dari total pemakaian listrik nasional.
Meski mendorong upaya penggunaan energi baru dan terbarukan, namun tidak lantas pemerintah melarang penggunaan batu bara. Sebab, ada beberapa sektor industri yang masih membutuhkan energi tambang tersebut dalam menjalankan usaha.
Lihat Juga :