Danone Indonesia Dukung Percepatan Net Zero Carbon dalam G20
Jum'at, 11 November 2022 - 23:17 WIB
loading...
Danone Indonesia terlibat aktif dalam rangkaian kegiatan diskusi yang diadakan bertema Corporate Governance to Decarbonization. FOTO/dok.Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Perubahan iklim merupakan bahasan utama dalam gelaran Presidensi Indonesia di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Guna menekan dampak negatif dari perubahan iklim dibutuhkan banyak upaya dan campur tangan berbagai pihak.
"Pemerintah memiliki tanggung jawab besar terhadap generasi berikutnya, sehingga kebijakan yang diambil harus tepat," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di acara Kadin Net Zero Hub dalam rangkaian forum G20 yang berlangsung secara hybrid, Jumat (11/11/2022).
Luhut menyatakan bahwa pemerintah bertanggung jawab untuk membuat kebijakan yang tepat dalam menghadapi perubahan iklim. Sekitar 78% emisi karbon dunia disumbang dari anggota G20. "Untuk itu menjadi penting bagi kita mengambil langkah strategis meminimalisir dampak tersebut. Jadi semua kebijakan yang kita buat itu harus betul-betul kita hitung dengan cermat," jelas Luhut.
Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid menyampaikan, kredibilitas perusahaan menjadi sangat krusial dengan tuntutan konsumen global terhadap tanggung jawab operasi bisnis perusahaan, yang tentunya mengubah cara dalam menjalankan bisnis.
"Perubahaan tidak akan terjadi tanpa regulasi terukur, yang mana memungkinkan energi terbarukan untuk dapat diakses oleh seluruh industri agar perusahaan dapat menerapkan strategi yang berkelanjutan," katanya.
Dia mengatakan dibutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak untuk mewujudkan Net Zero agar kita menjadi lebih kuat untuk menghadapi tantangan global dan menciptakan dunia yang lebih baik untuk generasi berikutnya. Chief Executive Officer Danone Indonesia, Connie Ang, mengatakan, Danone Indonesia berkomitmen untuk mencapai Emisi Nol (Net Zero Emissions) pada 2050.
"Komitmen kami untuk mencapai tujuan ini telah terefleksikan di seluruh rantai pasok kami. Danone Indonesia juga telah menerapkan tata kelola perubahan iklim untuk mempercepat perjalanan dekarbonisasi, serta memastikan bahwa kami menindaklanjuti komitmen ini dengan strategi nyata," ujar Connie.
"Pemerintah memiliki tanggung jawab besar terhadap generasi berikutnya, sehingga kebijakan yang diambil harus tepat," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di acara Kadin Net Zero Hub dalam rangkaian forum G20 yang berlangsung secara hybrid, Jumat (11/11/2022).
Luhut menyatakan bahwa pemerintah bertanggung jawab untuk membuat kebijakan yang tepat dalam menghadapi perubahan iklim. Sekitar 78% emisi karbon dunia disumbang dari anggota G20. "Untuk itu menjadi penting bagi kita mengambil langkah strategis meminimalisir dampak tersebut. Jadi semua kebijakan yang kita buat itu harus betul-betul kita hitung dengan cermat," jelas Luhut.
Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid menyampaikan, kredibilitas perusahaan menjadi sangat krusial dengan tuntutan konsumen global terhadap tanggung jawab operasi bisnis perusahaan, yang tentunya mengubah cara dalam menjalankan bisnis.
"Perubahaan tidak akan terjadi tanpa regulasi terukur, yang mana memungkinkan energi terbarukan untuk dapat diakses oleh seluruh industri agar perusahaan dapat menerapkan strategi yang berkelanjutan," katanya.
Dia mengatakan dibutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak untuk mewujudkan Net Zero agar kita menjadi lebih kuat untuk menghadapi tantangan global dan menciptakan dunia yang lebih baik untuk generasi berikutnya. Chief Executive Officer Danone Indonesia, Connie Ang, mengatakan, Danone Indonesia berkomitmen untuk mencapai Emisi Nol (Net Zero Emissions) pada 2050.
"Komitmen kami untuk mencapai tujuan ini telah terefleksikan di seluruh rantai pasok kami. Danone Indonesia juga telah menerapkan tata kelola perubahan iklim untuk mempercepat perjalanan dekarbonisasi, serta memastikan bahwa kami menindaklanjuti komitmen ini dengan strategi nyata," ujar Connie.
Lihat Juga :