Produksi Buah Nusantara Meningkat, Tapi Belum Mampu Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri
Selasa, 15 November 2022 - 17:58 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Gubernur Sulsel: Melawan Buah Impor, Harus Memperbaiki Kualitas Buah Lokal
Liferdi menjelaskan, sejumlah buah Nusantara sudah ada yang menembus pasar ekspor. Selain salak dan manggis yang sudah diekspor, potensi ekspor bisa datang dari mangga yang produksinya 2,8 juta ton, durian 1,35 juta ton, pisang 8,7 juta ton, dan nanas 2,88 juta ton.
Sayangnya, kata Liferdi, ekspor buah selama ini masih kecil. "Ekspor hanya 52,4 ribu ton atau 0,19%, masih sangat sedikit," ujar dia.
Diakui Liferdi, akibat pandemi Covid-19 ekspor buah sejak 2017 mengalami penurunan. Banyak pelaku usaha terkendala kontainer. "Dari volume turun, tapi dari sisi nilai mengalami peningkatan," kata dia.
Dari sisi konsumsi, Liferdi mengakui, konsumsi buah masyarakat Indonesia masih rendah. Data Badan Pusat Statistik menyebutkan, tingkat konsumsi buah hanya 36,35 kg/kapita/tahun. Di bawah standar FAO sebesar 73 kg/kapita/tahun. "Idealnya konsumsi sesuai standar FAO," ujar dia.
Liferdi menjelaskan, sejumlah buah Nusantara sudah ada yang menembus pasar ekspor. Selain salak dan manggis yang sudah diekspor, potensi ekspor bisa datang dari mangga yang produksinya 2,8 juta ton, durian 1,35 juta ton, pisang 8,7 juta ton, dan nanas 2,88 juta ton.
Sayangnya, kata Liferdi, ekspor buah selama ini masih kecil. "Ekspor hanya 52,4 ribu ton atau 0,19%, masih sangat sedikit," ujar dia.
Diakui Liferdi, akibat pandemi Covid-19 ekspor buah sejak 2017 mengalami penurunan. Banyak pelaku usaha terkendala kontainer. "Dari volume turun, tapi dari sisi nilai mengalami peningkatan," kata dia.
Dari sisi konsumsi, Liferdi mengakui, konsumsi buah masyarakat Indonesia masih rendah. Data Badan Pusat Statistik menyebutkan, tingkat konsumsi buah hanya 36,35 kg/kapita/tahun. Di bawah standar FAO sebesar 73 kg/kapita/tahun. "Idealnya konsumsi sesuai standar FAO," ujar dia.
Lihat Juga :