Diadang Pandemi, Target Digitalisasi SPBU Terpaksa Mundur
Rabu, 08 Juli 2020 - 17:57 WIB
loading...
A
A
A
Sejumlah 1.268 SPBU atau sebesar 22,98% telah mencatat nomor polisi melalui EDC. Kemudian sebanyak 1.577 SPBU atau sebesar 28,58% telah terdigitalisasi dan memproduksi data yang dapat diakses melalui dashboard yang dikembangkan oleh PT Pertamina.
"Sampai Juni 2020 ini belum maksimal. Intinya kami ketemu di sini untuk mencari solusi karena sudah empat kali perubahan target terjadi," ujarnya di Jakarta, Rabu (8/7/2020). ( Baca juga:SPBU BBM Satu Harga Perdana di Tahun Ini Diresmikan )
Fanshurullah melanjutkan, program digitalisasi SPBU sangat diharapkan terwujudnya integrasi data transaksi secara lengkap, termasuk data konsumen di SPBU dengan pusat data. Alhasil, data transaksi yang diproduksi dari SPBU dapat ditampilkan melalui dashboard digitalisasi SPBU yang dapat diakses secara daring oleh pemerintah.
"Kenyataannya, sistem digitalisasi SPBU yang dikembangkan saat ini baru terbatas hanya untuk pencatatan volume transaksi, nilai penjualan transaksi, dan pencatatan nomor polisi kendaraan yang dilakukan secara manual menggunakan EDC (electronic data capture)," jelasnya.
PJS. SVP Retail Marketing dan Sales PT Pertamima, Yanuar Budi Hartanto, mengatakan, sejak Maret 2020 pengerjaan proyek ini terkendala pandemi Covid-19 sehingga target tidak tercapai. Pertamina menargetkan proyek ini selesai pada akhir Agustua 2020.
"Kita kejar sampai akhir Agustus 2020 selesai semua terintegrasi. Kendalanya secara material ada di lapangan. Hanya saja ini terkendala instalasi peralatan IT karena kita butuh lakukan kunjungan fisik ke lapangan," ungkapnya.
"Sampai Juni 2020 ini belum maksimal. Intinya kami ketemu di sini untuk mencari solusi karena sudah empat kali perubahan target terjadi," ujarnya di Jakarta, Rabu (8/7/2020). ( Baca juga:SPBU BBM Satu Harga Perdana di Tahun Ini Diresmikan )
Fanshurullah melanjutkan, program digitalisasi SPBU sangat diharapkan terwujudnya integrasi data transaksi secara lengkap, termasuk data konsumen di SPBU dengan pusat data. Alhasil, data transaksi yang diproduksi dari SPBU dapat ditampilkan melalui dashboard digitalisasi SPBU yang dapat diakses secara daring oleh pemerintah.
"Kenyataannya, sistem digitalisasi SPBU yang dikembangkan saat ini baru terbatas hanya untuk pencatatan volume transaksi, nilai penjualan transaksi, dan pencatatan nomor polisi kendaraan yang dilakukan secara manual menggunakan EDC (electronic data capture)," jelasnya.
PJS. SVP Retail Marketing dan Sales PT Pertamima, Yanuar Budi Hartanto, mengatakan, sejak Maret 2020 pengerjaan proyek ini terkendala pandemi Covid-19 sehingga target tidak tercapai. Pertamina menargetkan proyek ini selesai pada akhir Agustua 2020.
"Kita kejar sampai akhir Agustus 2020 selesai semua terintegrasi. Kendalanya secara material ada di lapangan. Hanya saja ini terkendala instalasi peralatan IT karena kita butuh lakukan kunjungan fisik ke lapangan," ungkapnya.
Lihat Juga :