Lewat Program Simolek dan Sicantik, OJK Optimistis Target Inklusi Keuangan 90% Tercapai
Selasa, 22 November 2022 - 19:52 WIB
loading...
Angka inklusi keuangan ditargetkan mencapai 90% di 2024. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) optimistis target tingkat inklusi keuangan Indonesia sebesar 90% dapat tercapai di 2024. Target itu ditetapkan oleh Presiden Jokowi lewat Peraturan Presiden No. 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI).
Baca juga: Survei Membuktikan, Perempuan Lebih Melek Keuangan Dibandingkan Laki-laki
Dalam Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022 yang dilakukan OJK, tercatat bahwa indeks inklusi keuangan naik menjadi 85,10%, dari level 76,19% di tahun 2019. Kemudian, indeks literasi keuangan meningkat menjadi 49,68% dari level 38,03% di tahun 2019.
“Kami optimistis bisa tercapai, tahun ini sudah mencapai 85,10%, tahun depan ditargetkan 88% dan pada 2024 insya Allah sudah bisa mencapai atau melampaui yang ditetapkan Presiden,” kata Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Friderica Widyasari Dewi dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (22/11/2022).
Untuk mencapai target tersebut, Friderica mengungkapkan bahwa OJK akan terus berupaya mendorong peningkatan indeks inklusi dan literasi keuangan masyarakat melalui sejumlah program edukasi, antara lain program Desaku Cakap Keuangan, Simolek Edutaiment, program literasi keuangan perempuan melalui organisasi perempuan (Sicantik), dan melalui Sobat Sikapi serta mahasiswa dan anggota pramuka sebagai agen literasi keuangan.
Baca juga: Survei Membuktikan, Perempuan Lebih Melek Keuangan Dibandingkan Laki-laki
Dalam Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022 yang dilakukan OJK, tercatat bahwa indeks inklusi keuangan naik menjadi 85,10%, dari level 76,19% di tahun 2019. Kemudian, indeks literasi keuangan meningkat menjadi 49,68% dari level 38,03% di tahun 2019.
“Kami optimistis bisa tercapai, tahun ini sudah mencapai 85,10%, tahun depan ditargetkan 88% dan pada 2024 insya Allah sudah bisa mencapai atau melampaui yang ditetapkan Presiden,” kata Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Friderica Widyasari Dewi dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (22/11/2022).
Untuk mencapai target tersebut, Friderica mengungkapkan bahwa OJK akan terus berupaya mendorong peningkatan indeks inklusi dan literasi keuangan masyarakat melalui sejumlah program edukasi, antara lain program Desaku Cakap Keuangan, Simolek Edutaiment, program literasi keuangan perempuan melalui organisasi perempuan (Sicantik), dan melalui Sobat Sikapi serta mahasiswa dan anggota pramuka sebagai agen literasi keuangan.
Lihat Juga :