Pelaku Bisnis Properti Butuh Sinergi untuk Hadapi Tantangan Tahun Depan
Kamis, 24 November 2022 - 18:30 WIB
loading...
Wadirut BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, bisnis properti butuh sinergi untuk hadapi tantangan. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk ( BTN ) menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) terkait Sinergi Bisnis Pada Bidang Pemasaran dan Produk Perbankan dalam acara AREBI Summit 2022.
Baca juga: Kebutuhan Hunian Bagi Keluarga Muda dan Kaum Milenial Makin Meningkat
Wakil Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, kerja sama ini dilakukan untuk membangun sinergi antara stakeholder bisnis properti menghadapi tantangan yang lebih besar di tahun 2023 mendatang. Menurutnya, kondisi ekonomi yang masih belum sepenuhnya pulih dari pandemic harus kembali terguncang karena geopolitik global dan tekanan inflasi.
Kondisi itu membuat bank sentral kembali menaikkan suku bunga acuan 50 bps pada 17 November 2022 lalu. Nixon menyebut, meski dihantui resesi dunia, sektor properti masih menarik di tahun 2023 karena tren properti akan tumbuh positif di tengah gejolak ekonomi.
“Oleh karena itu, menanggapi situasi saat ini sinergi antar element dan stakeholder bisnis property harus semakin solid menghadapi tahun 2023,” ujar Nixon, Kamis, 24 November 2022.
Nixon mengungkapkan, selaras dengan tema yang diangkat AREBI Summit 2022 : Go Digital or Go Home, memanfaatkan teknologi digital, saat ini tehnologi digital sudah menjadi keharusan yang mutlak di terapkan di bisnis property.
Baca juga: Kebutuhan Hunian Bagi Keluarga Muda dan Kaum Milenial Makin Meningkat
Wakil Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, kerja sama ini dilakukan untuk membangun sinergi antara stakeholder bisnis properti menghadapi tantangan yang lebih besar di tahun 2023 mendatang. Menurutnya, kondisi ekonomi yang masih belum sepenuhnya pulih dari pandemic harus kembali terguncang karena geopolitik global dan tekanan inflasi.
Kondisi itu membuat bank sentral kembali menaikkan suku bunga acuan 50 bps pada 17 November 2022 lalu. Nixon menyebut, meski dihantui resesi dunia, sektor properti masih menarik di tahun 2023 karena tren properti akan tumbuh positif di tengah gejolak ekonomi.
“Oleh karena itu, menanggapi situasi saat ini sinergi antar element dan stakeholder bisnis property harus semakin solid menghadapi tahun 2023,” ujar Nixon, Kamis, 24 November 2022.
Nixon mengungkapkan, selaras dengan tema yang diangkat AREBI Summit 2022 : Go Digital or Go Home, memanfaatkan teknologi digital, saat ini tehnologi digital sudah menjadi keharusan yang mutlak di terapkan di bisnis property.
Lihat Juga :