BSU di Ponorogo Tersalurkan 99,84%, Petugas Pos Antarkan BSU hingga ke Rutan
Sabtu, 26 November 2022 - 13:37 WIB
loading...
Sejumlah warga antusias mengambil bantuan subsidi upah di Kantor Pos Cabang Ponorogo, Jawa Timur.
A
A
A
JAKARTA - PT Pos Indonesia (Persero) memperpanjang waktu penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) hingga 30 November 2022, sesuai tenggat waktu yang ditetapkan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Menuju batas akhir penyaluran, PT Pos Indonesia melakukan percepatan dengan mengantarkan langsung kepada penerima BSU.
Realisasi penyaluran BSU di Ponorogo, Jawa Timur, terpantau telah mencapai 99,84%. Tercatat per hari Rabu (23/11/2022), pukul 15.00 WIB, dari alokasi penerima BSU di Ponorogo sebanyak 9.858 pekerja, telah tersalurkan kepada 9.854 pekerja.
(Baca juga:Layani Pencairan BSU, Kantor Pos Bekasi Buka hingga Malam)
“Tinggal sisa 16 pekerja yang belum mengambil BSU,” kata Executive Manager Kantorpos Cabang Ponorogo 63400 Eko Aribowo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (26/11/2022).
Realisasi penyaluran di Ponorogo berjalan cepat tanpa menemui kendala berarti berkat koordinasi yang baik dengan PIC perusahaan penerima BSU, dan manajemen PT Pos Indonesia yang apik. “Penyaluran tidak terlalu sulit, lancar. Tantangannya hanya sulit menyalurkan kepada pekerja yang berada di luar kota,” kata Eko.
Realisasi penyaluran BSU di Ponorogo, Jawa Timur, terpantau telah mencapai 99,84%. Tercatat per hari Rabu (23/11/2022), pukul 15.00 WIB, dari alokasi penerima BSU di Ponorogo sebanyak 9.858 pekerja, telah tersalurkan kepada 9.854 pekerja.
(Baca juga:Layani Pencairan BSU, Kantor Pos Bekasi Buka hingga Malam)
“Tinggal sisa 16 pekerja yang belum mengambil BSU,” kata Executive Manager Kantorpos Cabang Ponorogo 63400 Eko Aribowo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (26/11/2022).
Realisasi penyaluran di Ponorogo berjalan cepat tanpa menemui kendala berarti berkat koordinasi yang baik dengan PIC perusahaan penerima BSU, dan manajemen PT Pos Indonesia yang apik. “Penyaluran tidak terlalu sulit, lancar. Tantangannya hanya sulit menyalurkan kepada pekerja yang berada di luar kota,” kata Eko.
Lihat Juga :