Implementasi ESG, Pertamina: Mutlak demi Keberlanjutan Usaha

Senin, 28 November 2022 - 22:46 WIB
loading...
Implementasi ESG, Pertamina:...
Webinar Challenges of Managing Environmental, Social and Governance Issues in the Refinery Industry di Jakarta, Senin (28/11/2022). Foto/M Faizal
A A A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) memastikan Environmental, Social, and Governance (ESG) merupakan bagian penting dalam merancang bisnis perusahaan ke depan. Implementasi hal itu dinilai penting untuk memastikan berkelanjutan bisnis dalam jangka panjang.

"Keberlangsungan entitas bisnis tidak hanya ditentukan oleh finansial, ada faktor di luar finansial, yaitu ESG," ungkap Senior Vice President Corporate Finance PT Pertamina (Persero) Bagus Agung Rahadiansyah dalam webinar bertajuk "Challenges of Managing Environmental, Social and Governance Issues in the Refinery Industry" di Jakarta, Senin (28/11/2022.

Baca Juga: Berharap Perusahaan Menerapkan ESG

Bagus mengatakan, dengan menerapkan ESG, Pertamina tak hanya berharap memperoleh keuntungan dalam jangka pendek, tapi juga memastikan hal itu berlanjut di masa mendatang. Saat ini, kata dia, ESG juga menjadi perhatian investor maupun lembaga keuangan lainnya. "Investor tidak mau diasosiasikan dengan perusahaan yang abai terhadap ketiga faktor itu, yakni lingkungan, sosial dan tata kelola yang baik," tuturnya.

Karena itu, lanjut dia, kendati bergerak di bisnis migas dan energi lainnya, Pertamina berkomitmen mendukung pencapaian target nol emisi (Net Zero Emmission/NZE) pada 2060. Untuk itu, kata dia, Pertamina membuat rencana atas dua pilar, yaitu dekarbonisasi dan membentuk green business, yaitu bisnis energi yang sifatnya lebih hijau atau ramah lingkungan. "Kami sangat menyadari transisi energi tidak terhindarkan," tegasnya.

Hal itu diamini oleh VP HSSE PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Ganda Putra Simatupang. Dia menjelaskan, KPI menyiapkan strategi ESG yang berfokus pada 10 sustainability yang sejalan dengan SDGs. KPI sudah membuat grand plan proses bisnis hingga 2060 yang terkait NZE.

Ganda mengatakan, investor selalu mempertanyakan kinerja perusahaan terkait health and safety, dan juga komitmen pada lingkungan. Untuk itu, KPI telah melakukan perbaikan secara signifikan. Pada 2022, menurutnya KPI melakukan beragam inisiatif, antara lain reduksi emisi dan dekarbonisasi, sistemisasi program keanekaragaman hayati, revitalisasi proses safety management dan ESG financing.

"Dengan implementasi strategi dan inisiatif ESG tersebut, KPI ingin menjadi perusahaan kilang dan petrokimia kelas dunia dan diakui sebagai environmentally friendly, societal responsible dan good governance company," tuturnya.

Baca Juga: Awas Ancaman Perang Dagang Uni Eropa dan AS Dipicu Subsidi Hijau Jumbo Rp5.781 Triliun

Praktisi ESG dan Dewan Pengurus Institute of Certified Sustainability Practitioners (ICRP) Jalal mengatakan, di industri migas penerapan ESG terbukti menguntungkan. Karena itu ESG disambut baik. Namun, imbuh dia, hal itu juga bukan perkara mudah karena banyak hal yang perlu dilakukan agar perusahaan benar-benar menerapkan ESG secara konsisten.

"Jadi jangan berpuas diri dulu dengan peringkat ESG yang tinggi. Karena ini seperti fenomena gunung es, di bawah masih banyak yang harus diperbaiki," katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menyoroti konsekuensi penerapan ESG olreh perusahaan. Menurut dia, implementasi ESG membutuhkan biaya tambahan bagi perusahaan. "Jadi untuk menjadi lebih baik itu juga dibutuhkan biaya. Hal ini yang harus disadari oleh semua, misalnya harga energi yang lebih tinggi karena menggunakan sumber energi bersih. Apakah konsumen juga siap? Ini yang harus dipertimbangkan bersama-sama," ujarnya.

Namun, tegas Komaidi, transisi energi adalah sebuah keniscayaan. Selain itu, aspek keberlanjutan yang diusung ESG pun jelas sangat penting bagi keberlangsungan bisnis perusahaan. "Jadi tinggal disesuaikan saja dengan kemampuan yang ada," tuturnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Desa Energi Berdikari...
Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Komitmen TJSL dan ESG...
Komitmen TJSL dan ESG Kuat, PERURI Raih Predikat Tertinggi di TOP CSR Awards 2026
PHE Catat Produksi Migas...
PHE Catat Produksi Migas 1,03 Juta BOEPD di 2025, Kuasai 65% Lifting Minyak RI
Pertamina Dikabarkan...
Pertamina Dikabarkan Melarang Mobil 1.400cc Diisi Pertalite, Ini Daftar Kendaraanya
Survei Nasional: 83,7...
Survei Nasional: 83,7 Persen Publik Puas Kinerja Pertamina
Daftar Beasiswa Pertamina...
Daftar Beasiswa Pertamina Sobat Bumi 2026, Dapat Bantuan UKT dan Biaya Hidup
Rekomendasi
Dari Iran ke Indonesia,...
Dari Iran ke Indonesia, Pesepeda Arezoo Tampil Memukau Lewat Sentuhan Ade Fitri Kirana
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
Konten Kreator Muslim...
Konten Kreator Muslim asal Israel Beli Paspor Rp2 Miliar demi Masuk Malaysia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved