Indonesia Bisa Ciptakan 4,4 Juta Lapangan Kerja Baru dari Ekonomi Sirkular
Selasa, 29 November 2022 - 11:38 WIB
loading...
A
A
A
Transisi ke circular economy, lanjut Bambang Brodjonegoro, akan meningkatkan PDB Indonesia sebesar Rp593-Rp638 triliun atau setara dengan 2,3%-2,5% PDB pada 2030. “Dibutuhkan kerja sama yang baik antara pemerintah, perusahaan, masyarakat sipil, lembaga keuangan dan organisasi penelitian,” ujarnya.
(Baca juga:Penerapan Ekonomi Sirkular Beri Banyak Keuntungan Sektor Industri)
Ekonomi sirkular merupakan pendekatan sistem ekonomi melingkar, dengan memaksimalkan kegunaan dan nilai tambah dari suatu bahan mentah, komponen, dan produk. Sehingga mampu mereduksi jumlah bahan sisa yang tidak digunakan dan dibuang ke tempat pembuangan akhir.
ASRRAT 2022 diselenggarakan oleh National Center Sustainability Report (NCSR) dengan mengangkat tema utama “Pathway to Circular Economy.” Penghargaan yang telah berjalan selama 18 tahun ini, diikuti oleh 50 perusahaan lintas negara yaitu Indonesia, Filipina, Bangladesh, Australia dan Rusia. Penghargaan ini memiliki empat peringkat pelaporan yaitu Platinum, Gold, Silver dan Bronze.
Penilaian dilakukan berdasarkan pada tingkat kepatuhan pelaporan keberlanjutan, terhadap standar pelaporan yang ada. ASRRAT 2022 melibatkan tim penilai independen dari 15 universitas di Indonesia dan satu penilai dari University of Essex UK.
Informasi mengenai keberlanjutan tidak hanya tertuang dalam laporan keberlanjutan yang berdiri sendiri, namun juga masuk dalam laporan keuangan tahunan atau annual report perusahaan. Selain itu, standar yang digunakan tidak hanya berdasarkan standar Global Reporting Initiative (GRI), tetapi juga standar dari organisasi lainnya seperti International Financial Reporting Standards (IFRS) Sustainability Disclosure Standard.
(Baca juga:Penerapan Ekonomi Sirkular Beri Banyak Keuntungan Sektor Industri)
Ekonomi sirkular merupakan pendekatan sistem ekonomi melingkar, dengan memaksimalkan kegunaan dan nilai tambah dari suatu bahan mentah, komponen, dan produk. Sehingga mampu mereduksi jumlah bahan sisa yang tidak digunakan dan dibuang ke tempat pembuangan akhir.
ASRRAT 2022 diselenggarakan oleh National Center Sustainability Report (NCSR) dengan mengangkat tema utama “Pathway to Circular Economy.” Penghargaan yang telah berjalan selama 18 tahun ini, diikuti oleh 50 perusahaan lintas negara yaitu Indonesia, Filipina, Bangladesh, Australia dan Rusia. Penghargaan ini memiliki empat peringkat pelaporan yaitu Platinum, Gold, Silver dan Bronze.
Penilaian dilakukan berdasarkan pada tingkat kepatuhan pelaporan keberlanjutan, terhadap standar pelaporan yang ada. ASRRAT 2022 melibatkan tim penilai independen dari 15 universitas di Indonesia dan satu penilai dari University of Essex UK.
Informasi mengenai keberlanjutan tidak hanya tertuang dalam laporan keberlanjutan yang berdiri sendiri, namun juga masuk dalam laporan keuangan tahunan atau annual report perusahaan. Selain itu, standar yang digunakan tidak hanya berdasarkan standar Global Reporting Initiative (GRI), tetapi juga standar dari organisasi lainnya seperti International Financial Reporting Standards (IFRS) Sustainability Disclosure Standard.
Lihat Juga :