Sri Mulyani 'Ramal' Ekonomi RI Tumbuh Minus di Semester I-2020
Kamis, 09 Juli 2020 - 14:48 WIB
loading...
Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa kondisi itu disebabkan sangat tertekannya ekonomi Indonesi pada paruh pertama awal tahun ini karena mulai meluasnya wabah COVID-19. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan perekonomian Indonesia hingga Semester I-2020 hanya akan mampu mengalami pertumbuhan dikisaran negatif, yakni antara -1,1% hingga -0.4%. Adapun Kuartal III -1%-1,2% dan pada kuartal IV dikisaran 1,6%-3%.
(Baca Juga: Pakai Face Shield, Sri Mulyani Dengar Catatan DPR Soal Asumsi Makro )
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa kondisi itu disebabkan sangat tertekannya ekonomi Indonesi pada paruh pertama awal tahun ini karena mulai meluasnya wabah COVID-19. Namun Ia meyakini pada Kuartal III dan IV tahun ini ekonomi Indonesia akan mulai mengalami pemulihan.
"Sehingga semester I minus antara minus 1,1% sampai minus 0,4, sedangkan pertumubhan Kuartal III dan IV antara -1 hingga positif 1,2% dan kisaran 1,6 hingga 3%," kata dia di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (9/7/2020)
Dia menjelaskan, kondisi itu dikarenakan ekonomi Indonesia pada Kuartal I-2020 hanya mampu tumbuh dikisaran 2,97% . Meski masih positif namun jauh di bawah rata-rata pertumbuhan sebelumnya di level 5%.
(Baca Juga: Pakai Face Shield, Sri Mulyani Dengar Catatan DPR Soal Asumsi Makro )
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa kondisi itu disebabkan sangat tertekannya ekonomi Indonesi pada paruh pertama awal tahun ini karena mulai meluasnya wabah COVID-19. Namun Ia meyakini pada Kuartal III dan IV tahun ini ekonomi Indonesia akan mulai mengalami pemulihan.
"Sehingga semester I minus antara minus 1,1% sampai minus 0,4, sedangkan pertumubhan Kuartal III dan IV antara -1 hingga positif 1,2% dan kisaran 1,6 hingga 3%," kata dia di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (9/7/2020)
Dia menjelaskan, kondisi itu dikarenakan ekonomi Indonesia pada Kuartal I-2020 hanya mampu tumbuh dikisaran 2,97% . Meski masih positif namun jauh di bawah rata-rata pertumbuhan sebelumnya di level 5%.
Lihat Juga :