Indeks PMI Indonesia Merosot, Impor hingga Upah Jadi Penyebab

Rabu, 07 Desember 2022 - 13:20 WIB
loading...
Indeks PMI Indonesia...
Indeks manufaktur Indonesia merosot karena beberapa sebab. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pada November 2022 Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia tercatat sebesar 50,3 poin atau turun 2,9% dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 51,8 poin. Penuruan itu disebabkan tekanan terhadap industri manufaktur yang memang semakin meningkat.

Baca juga: Menperin Beberkan Hasil Survei Perdana IKI, Industri Transportasi Paling Moncer

''Namun kondisi manufaktur di Indonesia terbilang masih cukup baik jika dilihat trennya dalam tiga bulan terakhir ini,'' jelas Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal, Ph.D, saat Market Review IDX Channel, Rabu (7/12/2022).

Dia melanjutkan bahwa meskipun masih berada dalam level ekspansi, namun tren dalam tiga bulan terakhir perlu dicermati dengan baik. Pasalnya selain permintaan global yang memengaruhi sektor manufaktur, beberapa indikator dari dalam negeri juga turut serta berperan dalam naik turunnya sektor manufaktur.

Menurutnya faktor dalam negeri yang sangat memengaruhi sektor manufaktur harga bahan baku yang meningkat. Terlebih lagi jika bahan bakunya dari luar tentu juga menjadi beban karena rupiah pun turut mengalami depresiasi.

''Belum lagi biaya logistik yang meningkat karena naiknya harga BBM. Selain itu listrik juga naik,'' jelasnya.

Bahkan menurutnya naiknya upah buruh pada bulan November ini juga turut memberikan pengaruh yang berarti.

Namun, peningkatan biaya produksi tersebut dapat diredam seiringan dengan daya beli masyarakat yang meningkat di penghujung tahun ini. Dia juga berharap agar pemerintah dapat dengan arif mengeluarkan kebijakan untuk ke depannya agar daya beli masyarakat tidak terganggu.

Baca juga: Tepis Isu Rumah Tangganya dengan Reino Barack Retak, Syahrini Tulis Janji Setia di Instagram

''Jadi saat ini daya beli masyarakat Indonesia masih terjaga dan relatif oke, apalagi di masa-masa menyambut Natal dan tahun baru ini. Jadi kita berharap pemerintah bisa turut menjaga permintaan masyarakat ini agar fundamental sektor manufaktur dapat terjaga,'' tandasnya.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Koelnmesse dan AMARA...
Koelnmesse dan AMARA Expo Jalin Kemitraan, Dorong Pertumbuhan Pameran Dagang di Indonesia
Percepat Produktivitas...
Percepat Produktivitas Manufaktur dengan Solusi Jaringan dan Storage Berbasis AI
Indonesia Manufacturing...
Indonesia Manufacturing Symposium 2026, Membangun Sistem Enterprise
Larangan Truk Sumbu...
Larangan Truk Sumbu 3 saat Momen Lebaran Berpotensi Ganggu Industri Manufaktur
Soal Pengadaan 105.000...
Soal Pengadaan 105.000 Kendaraan Koperasi Merah Putih, Evita: Momentum Perkuat Manufaktur Nasional
Rekomendasi
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Meksiko Gulung Afrika Selatan 2-0
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Berita Terkini
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved