Bulog Serap 166.000 Ton Beras dengan Harga Komersial per 5 Desember
Rabu, 07 Desember 2022 - 17:44 WIB
loading...
Hingga 5 Desember 2022, Bulog hanya mampu menyerap sekitar 166.000 ton beras dengan harga komersial. Foto/Dok Antara
A
A
A
JAKARTA - Perum Bulog membantah ihwal keberadaan stok beras di penggilingan di sejumlah wilayah yang jumlahnya melampaui 610.000 ton.
Bantahan tersebut terkait surat dari Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) yang ditujukan kepada Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Budi Waseso.
Isi surat tersebut menjelaskan adanya data kesiapan penggilingan di 24 provinsi yang memasok beras ke Bulog sebesar 610.632 ton dan berlaku hingga akhir Desember 2022.
Dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Budi Waseso atau yang biasa disapa Buwas menegaskan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung di lapangan. Pengecekan difokuskan di sejumlah penggilingan yang sudah menyepakati kontrak dengan BUMN sektor pangan tersebut.
Sebagian besar penggilingan, ungkap Buwas, sesuai dengan data Kementan dan sudah dicek langsung hingga disepakati kontrak kerja sama. Hanya saja, dia mengaku pihak penggilingan tidak menyanggupi jumlah beras yang diminta Bulog.
"Tentunya sebagian besar saya sudah kontrak beberapa dengan yang ada di data itu (penggilingan). Jadi pengecekan itu yang kita dapat data banyak, tapi sementara dia itu tidak berani kontrak sebanyak itu (beras) dengan Bulog. Jadi kita cek ulang, tapi kita hadirkan semua, supaya tahu, jangan-jangan dia yang bohong," ujarnya, Rabu (7/12/2022).
Bantahan tersebut terkait surat dari Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) yang ditujukan kepada Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Budi Waseso.
Isi surat tersebut menjelaskan adanya data kesiapan penggilingan di 24 provinsi yang memasok beras ke Bulog sebesar 610.632 ton dan berlaku hingga akhir Desember 2022.
Dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Budi Waseso atau yang biasa disapa Buwas menegaskan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung di lapangan. Pengecekan difokuskan di sejumlah penggilingan yang sudah menyepakati kontrak dengan BUMN sektor pangan tersebut.
Sebagian besar penggilingan, ungkap Buwas, sesuai dengan data Kementan dan sudah dicek langsung hingga disepakati kontrak kerja sama. Hanya saja, dia mengaku pihak penggilingan tidak menyanggupi jumlah beras yang diminta Bulog.
"Tentunya sebagian besar saya sudah kontrak beberapa dengan yang ada di data itu (penggilingan). Jadi pengecekan itu yang kita dapat data banyak, tapi sementara dia itu tidak berani kontrak sebanyak itu (beras) dengan Bulog. Jadi kita cek ulang, tapi kita hadirkan semua, supaya tahu, jangan-jangan dia yang bohong," ujarnya, Rabu (7/12/2022).
Lihat Juga :