BPH Migas Perkirakan Konsumsi Pertalite Tembus 29,40 Juta KL Tahun Ini

Jum'at, 09 Desember 2022 - 12:00 WIB
loading...
BPH Migas Perkirakan Konsumsi Pertalite Tembus 29,40 Juta KL Tahun Ini
BPH Migas memperkirakan konsumsi Pertalite mencapai 29,40 juta kiloliter tahun ini. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memaparkan realisasi penyaluran jenis BBM khusus penugasan (JBKP) Pertalite sudah mencapai 26,90 juta kiloliter atau 89,94 persen dari kuota yang ditetapkan sebesar 29,92 juta kiloliter hingga Oktober 2022.

Kepala BPH Migas Erika Retnowati mengatakan bahwa pertalite telah tersalurkan 26,90 juta kiloliter atau 89,94 persen dari kuota. Adapun, prognosa penyaluran bensin dengan nilai oktan (RON) 90 itu hingga akhir tahun diperkirakan 29,40 juta kiloliter atau 98,29 persen dari kuota yang dialokasikan.

Baca Juga: BPH Migas Kembali Resmikan BBM Satu Harga, 412 Penyalur Telah Beroperasi

Di sisi lain, realisasi penyaluran jenis BBM tertentu (JBT) Solar telah mencapai di angka 16,02 juta kiloliter atau 89,86 persen dari kuota yang ditetapkan. Erika mengatakan, prognosa konsumsi Solar hingga akhir tahun menyentuh di angka 17,51 juta kiloliter atau 98,2 persen dari kuota awal.

"Diperkirakan sampai dengan akhir Desember 2022, minyak solar akan tersalurkan sebesar 17,51 juta kiloliter, kemudian minyak tanah 0,49 juta kiloliter dan Pertalite 29,51 juta kiloliter," kata Erika di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, dikutip virtual, Jumat (9/12/2022).

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Bambang Haryadi menjelaskan, rapat ini guna membahas kinerja industri hilir migas, penjelasan terkait standar BBM (RON) dan mekanisme penjualan BBM. "Hari ini Komisi VII melaksanakan RDP dengan penjelasan kinerja industri hilir migas, penjelasan standar BBM atau yang kita sebut RON dan mekanisme penjualannya,” kata Bambang.

Baca Juga: Dukung Kebutuhan Energi Nasional, Pertamina Hulu Mahakam Dorong Peningkatan Produksi Migas

Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama tersebut diikuti oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kepala Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas Bumi, serta beberapa perusahaan penyedia BBM, seperti PT Pertamina Patra Niaga, PT AKR, PT Vivo Energi, Shell Indonesia, dan ExxonMobil.

(nng)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3079 seconds (11.97#12.26)