Beban Utang Rakyat AS Menumpuk, Defisit Anggaran Bengkak Jadi Rp3.884 Triliun
Selasa, 13 Desember 2022 - 20:47 WIB
loading...
Defisit anggaran Amerika Serikat (AS) pada November melonjak disebabkan pendapatan tidak seimbang dibandingkan pengeluaran. FOTO/Reuters/Mc.Dermid
A
A
A
WASHINGTON - Defisit anggaran Amerika Serikat (AS) pada November melonjak USD57 miliar atau 30% dari tahun sebelumnya menjadi USD249 miliar atau sekitar Rp 3.884 triliun. Berdasarkan laporan Departemen Keuangan AS pembengkaan terjadi karena beban utang publik yang meningkat, pendidikan, kesehatan sehingga pengeluaran lebih tinggi dibandingkan pendapatan.
Melansir Reuters, penerimaan untuk November turun 10% atau USD29 miliar dari tahun sebelumnya menjadi USD252 miliar, sementara pengeluaran naik 6% atau USD28 miliar menjadi USD501 miliar.
Baca Juga: Viral, Guru AS Ganggu Pelajar Muslim Salat: 'Kalian Semua Lakukan Sihir'
Pengeluaran didorong oleh USD14 miliar atau 18% peningkatan biaya medicare dan USD11 miliar atau 94% peningkatan biaya pendidikan karena perubahan dalam program pinjaman siswa langsung dan pengampunan pinjaman layanan publik.
Biaya bunga Departemen Keuangan atas utang publik AS melonjak 53% atau USD19 miliar selama bulan November sebagian besar diimbangi oleh penurunan USD17 miliar dalam kredit pajak untuk anak-anak dan pekerja berpenghasilan rendah.
Melansir Reuters, penerimaan untuk November turun 10% atau USD29 miliar dari tahun sebelumnya menjadi USD252 miliar, sementara pengeluaran naik 6% atau USD28 miliar menjadi USD501 miliar.
Baca Juga: Viral, Guru AS Ganggu Pelajar Muslim Salat: 'Kalian Semua Lakukan Sihir'
Pengeluaran didorong oleh USD14 miliar atau 18% peningkatan biaya medicare dan USD11 miliar atau 94% peningkatan biaya pendidikan karena perubahan dalam program pinjaman siswa langsung dan pengampunan pinjaman layanan publik.
Biaya bunga Departemen Keuangan atas utang publik AS melonjak 53% atau USD19 miliar selama bulan November sebagian besar diimbangi oleh penurunan USD17 miliar dalam kredit pajak untuk anak-anak dan pekerja berpenghasilan rendah.
Lihat Juga :